Kemendagri Apresiasi Inovasi Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur

Kemendagri Apresiasi Inovasi Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur
Foto: Ilustrasi Kemendagri Apresiasi Inovasi Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Kementerian Dalam Negeri mengapresiasi Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN dan East Java Innovative Education Summit yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur di Surabaya pada Selasa (19/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.

Apresiasi tersebut diberikan karena program tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap pelayanan pendidikan. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai daerah terinovatif di Indonesia dengan skor tertinggi dalam pengukuran indeks inovasi oleh pemerintah pusat.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri Yusharto Huntoyungo menjelaskan posisi Jawa Timur saat ini dalam peta inovasi nasional.

"Jawa Timur bukan dalam posisi aman meskipun sudah menjadi daerah terinovatif. Daerah lain juga melakukan upaya yang sama bahkan bisa lebih kuat. Karena itu akselerasi inovasi harus terus dilakukan," kata Yusharto di Surabaya, Selasa (19/5).

Yusharto menambahkan bahwa rata-rata kabupaten dan kota di wilayah tersebut juga masuk dalam klaster tertinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah membangun ekosistem serta budaya inovasi kolaboratif agar tidak berjalan sendiri-sendiri antarorganisasi perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi Prodi S2 Manajemen Universitas Sriwijaya Dyah Natalisa memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan program ke depan.

Dyah menyarankan penguatan integrasi teknologi digital, transformasi guru berbasis kewirausahaan, serta pelaksanaan survei penerima manfaat. Evaluasi ini diperlukan untuk mengukur dampak langsung dari program yang telah berjalan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai memaparkan capaian prestasi serta inovasi pendidikan periode 2024ÔÇô2025 di hadapan tim penilai Innovation Government Award (IGA).

Aries menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dari tim kementerian bertujuan memvalidasi implementasi inovasi secara langsung.

"Tim dari Kemendagri berkeliling ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Dindik Jatim memberikan dukungan jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional," ujar Aries.

Sektor pendidikan diakui memberikan kontribusi signifikan yang meningkat pesat dari tahun 2024 ke tahun 2025. Pihak dinas terus memotivasi para pendidik agar konsisten melahirkan pemikiran kreatif demi menjawab persoalan nyata di lingkungan sekolah.

"Inovasi yang lahir merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Tujuannya agar pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas," katanya.

Dari total 398 inovasi yang didaftarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur, sebanyak 196 usulan telah dinyatakan mencapai tingkat kematangan tinggi berdasarkan validasi kebermanfaatan. Aries juga menggarisbawahi pentingnya kemitraan dengan media massa sebagai bagian dari penerapan konsep pentahelix.

"Total ada sekitar 24 ribu inovasi yang masuk dalam EJIES," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi