Kementerian Kebudayaan meluncurkan program Museum Passport dan cap khusus museum tepat pada peringatan Hari Museum Internasional untuk meningkatkan kunjungan wisatawan generasi muda ke tempat sejarah, Selasa (19/5/2026).
Peluncuran program ini dirancang agar aktivitas mengunjungi museum dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
"Semoga Museum Passport ini dapat menjadi langkah awal, langkah inovatif menjadikan pengunjung mengunjungi museum. Itu harus kita jadikan gaya hidup, seperti orang datang ke mal atau ke mana. Datang ke museum harus kita jadikan gaya hidup yang berbudaya," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Melalui program paspor ini, para pengunjung dapat mengumpulkan stempel unik yang telah disediakan di setiap lokasi yang mereka datangi.
Kepala Museum Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin menjelaskan bahwa setiap museum memiliki desain cap yang berbeda-beda untuk memberikan tantangan tersendiri bagi pengunjung.
Pihak MCB menjadwalkan peluncuran resmi buku paspor khusus tersebut pada pertengahan bulan depan, tepatnya Selasa (16/6/2026), yang bertepatan dengan hari ulang tahun lembaga tersebut.
Sebanyak 18 museum dan 34 cagar budaya di bawah pengelolaan MCB dari tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi dipastikan siap berpartisipasi menyediakan cap khusus.
Manajemen MCB juga membuka kesempatan bagi museum yang dikelola oleh pihak swasta untuk bergabung dalam program ini.
Masyarakat dapat memperoleh Museum Passport di toko suvenir resmi IHA Shop, serta jaringan toko buku yang akan diajak bekerja sama untuk memperluas distribusi ke berbagai wilayah.
Dalam memproduksi paspor ini, MCB menggandeng Paperina sebagai mitra guna menarik minat generasi Z dan generasi Alpha yang mendominasi angka kunjungan berdasarkan survei internal tahun 2025.