Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa mayoritas kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menyasar fakultas kedokteran di perguruan tinggi.
Keterangan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur SNBT dan Pengumuman Calon Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Jalur SNBT Tahun 2026 di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
"Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99% itu (kecurangan) adalah fakultas kedokteran. Nah ini jadi kita memang betul-betul melakukan identifikasi sedetail mungkin, secermat mungkin, dengan langkah-langkah yang sudah kita punya dan kami memandang beberapa langkah ini betul-betul bisa mencegah," ungkap Brian Yuliarto, Mendiktisaintek.
Pemerintah terus memberikan dukungan penuh bagi kelancaran seleksi ini demi menjaring generasi muda berprestasi. Peningkatan minat masyarakat juga dipandang sebagai sinyal positif bagi masa depan pendidikan nasional.
"Animo masyarakat untuk mengikuti SNBT terus meningkat. Ini menunjukkan semangat anak-anak muda Indonesia untuk maju melalui pendidikan tinggi terus tumbuh. Tentu ini menjadi kabar baik bagi upaya kita menyiapkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujar Brian Yuliarto, Mendiktisaintek.
Pihak kementerian juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang menyukseskan jalannya ujian. Penegasan mengenai pentingnya kejujuran menjadi poin utama yang disorot oleh menteri.
"Pendidikan adalah proses menyiapkan masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini," tegas Brian Yuliarto, Mendiktisaintek.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, mengonfirmasi bahwa pola kecurangan tersebut juga ditemukan pada seleksi tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal itu, panitia menerapkan kebijakan khusus dengan menjadwalkan ujian bagi peminat program studi kedokteran pada dua hari pertama.
"99,9 persen memilih prodi kedokteran karena itu data kecurangan yang kita dapatkan tahun lalu, memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar prodi kedokteran. Oleh karenanya mengapa di tahun ini pada saat pelaksanaan UTBK, khusus untuk peserta dengan peminatan prodi kedokteran dan kedokteran gigi itu kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua," ujar Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB.
Langkah pengamanan ujian tahun ini turut diperkuat melalui implementasi teknologi modern seperti pemindai wajah dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi kejanggalan jawaban. Berdasarkan data resmi SNBT 2026, jumlah pendaftar tahun ini mengalami kenaikan hingga mencapai 871.496 peserta.
Pendaftar didominasi oleh siswa SMA sebanyak 597.849 orang, disusul siswa SMK sebanyak 141.330 orang, dan siswa MA sebanyak 126.505 orang. Selain itu, akses pendidikan diperluas lewat KIP Kuliah yang mencatat 251.991 pendaftar, dengan 86.118 peserta di antaranya resmi dinyatakan sebagai penerima bantuan.