Seorang pramugari bernama Sil memaparkan tiga tindakan penumpang yang sering kali membingungkan dan mengganggu kinerja awak kabin selama penerbangan pada Senin (27/4/2026). Informasi yang dilansir dari Detik Travel ini menyoroti kurangnya kesadaran penumpang terhadap etika berinteraksi di dalam pesawat.
Penggunaan alat pendengar suara atau headphone saat berinteraksi menjadi salah satu poin utama yang disoroti oleh Sil melalui akun Instagram miliknya. Penumpang yang tetap mengenakan perangkat tersebut saat diajak bicara membuat komunikasi menjadi tidak efektif dan memicu rasa kesal bagi pramugari.
"'Saya tidak bisa mendengar Anda', sementara headphone mereka masih terpasang," ucap Sil, seperti dikutip dari Yahoo News.
Sil menyarankan agar setiap penumpang melepaskan headset mereka untuk sementara waktu, terutama saat pramugari sedang menanyakan pesanan minuman atau kebutuhan lainnya. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tugas awak kabin yang sedang melayani.
Selain masalah komunikasi, tindakan fisik berupa menyentuh atau mencolek badan pramugari juga menjadi keluhan serius. Tindakan tersebut dinilai tidak sopan karena terdapat prosedur lain yang lebih tepat untuk menarik perhatian awak kabin tanpa harus melakukan kontak fisik.
Penumpang diimbau untuk menggunakan tombol panggil yang tersedia di atas kursi jika memerlukan bantuan atau layanan. Cara lain yang disarankan adalah dengan melakukan kontak mata secara langsung atau menyapa dengan kata "permisi" saat pramugari melintas di lorong kabin.
Lokasi peregangan tubuh juga menjadi catatan penting bagi kenyamanan awak kabin selama bertugas. Meski peregangan diperlukan untuk mencegah pembekuan darah akibat duduk terlalu lama, pemilihan area dapur pesawat atau galeri sebagai tempat olahraga dianggap sangat mengganggu.
Dapur pesawat merupakan satu-satunya area bagi pramugari untuk beristirahat dan makan di tengah jadwal tugas yang padat. Penumpang disarankan untuk melakukan peregangan dengan berjalan di sepanjang gang kabin dan menghindari aktivitas tersebut pada saat jam pelayanan makan berlangsung agar tidak menghambat mobilitas kru.