Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa sedang menggencarkan promosi sektor pariwisata nasional ke pasar Eropa Timur melalui program Familiarization Trip (FamTrip) pada April 2026. Polandia menjadi fokus utama dalam agenda ini mengingat tren pertumbuhan pelancong asal negara tersebut yang sangat positif.
Dilansir dari Kompas, kebijakan strategis ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan jumlah wisatawan Polandia yang datang ke tanah air dalam dua tahun terakhir. Data menunjukkan adanya kenaikan signifikan dalam angka kunjungan dari kawasan tersebut.
Pada tahun 2023, tercatat ada sebanyak 41.988 kunjungan wisatawan asal Polandia. Jumlah tersebut kemudian merangkak naik menjadi 53.907 pada 2024, dan terus melonjak hingga mencapai angka 68.100 kunjungan pada tahun 2025.
Akumulasi data tersebut mencerminkan pertumbuhan hingga 62,2 persen hanya dalam kurun waktu dua tahun. Capaian ini menempatkan Polandia dalam jajaran delapan besar pasar wisatawan Eropa bagi Indonesia dengan laju pertumbuhan tercepat di kawasannya.
Pemerintah kini mulai serius menggarap pasar non-tradisional di luar negara-negara Eropa Barat yang selama ini mendominasi sektor pariwisata. KBRI Warsawa pun menginisiasi FamTrip pada 14-23 April 2026 dengan melibatkan berbagai pelaku industri pariwisata dari Polandia.
Agenda tersebut dirancang khusus untuk memberikan pengalaman langsung kepada para peserta mengenai beragam destinasi unggulan. Langkah ini sekaligus bertujuan memperluas persepsi bahwa daya tarik Indonesia tidak hanya terbatas pada Bali semata.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak mengeksplorasi sejumlah lokasi wisata utama di tanah air. Di Jakarta, rombongan diperkenalkan dengan potensi wisata bahari yang mengusung konsep ekowisata di Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Macan dan Pulau Sepa.
Peserta juga mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta pusat perbelanjaan Sarinah sebagai representasi produk kreatif lokal. Kawasan Kota Tua turut menjadi bagian dari agenda untuk memperlihatkan nilai sejarah yang dimiliki oleh Ibu Kota.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Bandung dengan memanfaatkan moda transportasi kereta cepat Whoosh. Selain pamer kemajuan infrastruktur, para peserta diajak menyaksikan kekayaan budaya Sunda di Saung Angklung Udjo dan mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu.
Rangkaian promosi ini diakhiri di Yogyakarta yang menjadi pusat sejarah dan budaya. Rombongan berkesempatan mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan, mencoba petualangan Merapi Jeep Tour, hingga menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana.
Kolaborasi Bisnis dan Karakteristik Wisatawan Polandia
Selain mengunjungi objek wisata, FamTrip ini diisi dengan pertemuan bisnis (B2B) antara pelaku industri pariwisata Polandia dan mitra lokal di Indonesia. Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Pariwisata serta Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA).
Fokus utama dari diskusi bisnis ini adalah pengembangan paket perjalanan yang lebih kompetitif dan fleksibel bagi pasar Eropa Timur. Karakteristik wisatawan Polandia sendiri cenderung menyukai pengalaman perjalanan yang autentik, nyaman, dan santai.
Kombinasi antara wisata alam dan kekayaan budaya menjadi daya tarik utama bagi para pelancong asal negara tersebut. Strategi promosi melalui pengalaman langsung ini diharapkan efektif meningkatkan konversi minat menjadi kunjungan nyata ke depannya.
Pihak KBRI Warsawa berharap para peserta program ini nantinya dapat menjadi mitra promosi yang aktif di Polandia. Upaya berkelanjutan ini ditargetkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara.