Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus Seoul di Indonesia

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus Seoul di Indonesia
Foto: Ilustrasi Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus Seoul di Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI melaporkan temuan 23 kasus hantavirus jenis seoul virus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun hingga tahun 2026, sebanyak tiga pasien dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut.

Data yang dilansir dari Detik Health menunjukkan angka fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) hantavirus di Indonesia tergolong cukup tinggi, yakni menyentuh 13 persen. Sepanjang tahun 2026, otoritas kesehatan mencatat adanya penambahan lima kasus baru secara nasional.

Sebaran kasus hantavirus di Indonesia menunjukkan konsentrasi tertinggi berada di wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut adalah rincian persebaran pasien yang terinfeksi virus tersebut di berbagai provinsi:

Sebaran Kasus Hantavirus di Indonesia
ProvinsiJumlah Kasus
Sumatera Barat1 kasus
Banten1 kasus
DKI Jakarta6 kasus
Jawa Barat5 kasus
Jawa Timur1 kasus
DIY6 kasus
NTT1 kasus
Kalimantan Barat1 kasus
Sulawesi Utara1 kasus

Risiko penularan diketahui mengincar kelompok profesi tertentu yang berinteraksi erat dengan habitat hewan pengerat. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, memberikan penjelasan terkait kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar.

"mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja lab yang menangani reservoir, karena kerap melakukan kontak langsung dengan tikus." kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik.

Mekanisme infeksi virus ini terjadi melalui perantara sisa metabolisme hewan pengerat. Penularan dapat berlangsung melalui gigitan tikus, cairan saliva, feses, urine, hingga paparan aerosol yang berasal dari debu yang telah terkontaminasi oleh ekskresi hewan tersebut.

Meskipun memiliki tingkat kematian yang patut diwaspadai, pihak kementerian memastikan bahwa tipe virus yang ada di dalam negeri belum menunjukkan kemampuan transmisi antarmanusia. Penegasan ini merujuk pada perbedaan varian virus yang ditemukan pada kasus di luar negeri.

"Meski begitu, Aji menekankan sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus." ujar Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik.

Saat ini, sebagian besar pasien yang teridentifikasi telah dinyatakan sembuh oleh tim medis. Kemenkes terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan kasus baru guna menekan risiko fatalitas lebih lanjut di tengah masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi