Kasus Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar MV Hondius 11 Orang Terinfeksi

Kasus Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar MV Hondius 11 Orang Terinfeksi
Foto: Ilustrasi Kasus Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar MV Hondius 11 Orang Terinfeksi.

Laporan kesehatan terbaru mengungkapkan munculnya 11 kasus hantavirus hingga Selasa (12/5/2026). Seperti dilansir dari Detik Health, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan bahwa angka tersebut berpotensi meningkat mengingat masa inkubasi virus yang cukup lama.

Penyebaran virus ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang melakukan pelayaran dari Argentina sejak 1 April 2026. Kapal tersebut mengangkut hampir 150 penumpang untuk agenda wisata alam ke berbagai lokasi terpencil di dunia.

Berdasarkan data terkini, sembilan pasien telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium, sementara dua orang lainnya masih berstatus suspek. Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yang terdiri dari sepasang warga Belanda dan satu warga Jerman.

Salah satu penumpang asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, saat ini sedang menjalani prosedur karantina di University of Nebraska Medical Center (UNMC), Omaha. Ia bersama 15 warga Amerika lainnya ditempatkan di National Quarantine Center setelah menyelesaikan pelayaran.

"Saya senang berada di tempat di mana kami dirawat dengan baik dan mendapat perhatian medis jika sesuatu terjadi," kata Rosmarin.

Rosmarin mengungkapkan dirinya sempat merasa takut ketika pertama kali mendengar kabar adanya wabah di atas kapal. Namun, ia merasa lebih tenang setelah mempelajari informasi medis mengenai penyakit tersebut yang memang sudah dikenal luas.

Meskipun belum menunjukkan gejala dan hasil tesnya belum positif, Rosmarin tetap berada dalam pemantauan tim medis yang ketat. Sebagai langkah pencegahan tambahan, dua warga Amerika lainnya bahkan harus ditempatkan di unit biokontainmen khusus.

Pihak WHO menjelaskan bahwa hantavirus memiliki masa inkubasi yang sangat panjang, yakni hingga 42 hari. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memprediksi adanya kemunculan kasus-kasus baru dalam waktu dekat.

"Kita mungkin akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu ke depan," kata Tedros.

Di sisi lain, otoritas kesehatan di Amerika Serikat memberikan jaminan bahwa risiko penularan bagi masyarakat umum masih tergolong rendah. Hantavirus varian Andes diketahui tidak mudah menular antarmanusia kecuali terdapat kontak dekat yang intens dengan pasien bergejala.

"Risiko bagi masyarakat umum tetap sangat rendah," kata Asisten Menteri Kesehatan AS, Brian Christine.

Tim investigasi WHO tengah mendalami asal-usul munculnya wabah ini. Dugaan awal mengarah pada aktivitas pengamatan burung di wilayah Argentina selatan yang sempat dilakukan oleh salah satu korban sebelum naik ke kapal pesiar tersebut.

Selain di kapal, kasus positif hantavirus varian Andes juga telah ditemukan di beberapa negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, dan Swiss. Otoritas kesehatan setempat terus melakukan pelacakan terhadap penumpang dan individu yang sempat melakukan kontak erat.

Seluruh penumpang kapal MV Hondius dilaporkan telah turun dan kembali ke wilayah masing-masing. Saat ini, 27 awak kapal yang tersisa sedang dalam perjalanan laut menuju Rotterdam, Belanda, dan dijadwalkan bersandar pada akhir pekan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi