Kampung Literasi Pekijing Serang Hadirkan Lapak Baca Lansia

Kampung Literasi Pekijing Serang Hadirkan Lapak Baca Lansia
Foto: Ilustrasi Kampung Literasi Pekijing Serang Hadirkan Lapak Baca Lansia.

Kampung Literasi Pekijing di Kelurahan Kasemen, Kota Serang menghadirkan program Lapak Baca Lansia guna mengatasi kesepian sekaligus memfasilitasi warga lanjut usia untuk tetap berliterasi melalui bantuan anak-anak. Program inovatif ini digagas oleh Pustakawan Kampung Pekijing, Bayu Ibrahim, bersama rekan-rekannya secara rutin setiap dua bulan sekali, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Senin (18/5/2026).

Inisiatif ini muncul setelah Bayu mengamati kondisi sosial para warga usia lanjut di lingkungannya yang kerap terlihat pasif. Kehadiran program ini dirancang untuk membuka ruang interaksi sosial yang lebih aktif bagi kelompok masyarakat senior tersebut.

"Alasan kita adakan karena kita melihat para lansia itu yang di Pekijing itu sendirian bengong gitu loh Mas. Kayak mereka tuh butuh diajak ngobrol, mereka tuh pengen juga berliterasi," ujar Bayu Ibrahim, Pustakawan Kampung Pekijing.

Dalam pelaksanaannya, program ini sempat menghadapi kendala berupa penurunan kemampuan penglihatan pada para lansia. Masalah fisik tersebut kemudian diatasi dengan melibatkan generasi muda, khususnya anak-anak yang sudah lancar membaca untuk mendongeng kepada kakek dan nenek mereka.

"Cuma memang beberapa lansia di sini itu penglihatannya sudah mulai burem gitu. Akhirnya kita... yang dulu kalau misalkan orang tua itu ngebacain dongeng ke anaknya gitu, nah sekarang kebalik, cucu-cucunya itu bacain dongeng ke orang tuanya gitu. Jadi mereka juga bisa merasakan literasi," tutur Bayu Ibrahim, Pustakawan Kampung Pekijing.

Aktivitas tersebut kemudian memicu interaksi dua arah di beranda rumah warga. Setelah mendengarkan pembacaan buku, para lansia biasanya merespons dengan membagikan cerita pengalaman masa lalu mereka yang menjadi sarana transfer pengetahuan bagi anak-anak.

"Setelahnya mungkin mereka menceritakan masa dulu mereka, masa lalu mereka ke anak-anaknya gitu untuk jadi pelajaran bagi anak-anaknya," tambah Bayu Ibrahim, Pustakawan Kampung Pekijing.

Gerakan literasi di wilayah ini telah diinisiasi sejak tahun 2021 akibat minimnya akses pendidikan formal, di mana sekolah dasar terdekat berjarak 4 kilometer tanpa transportasi umum. Situasi tersebut semakin diperparah oleh terjadinya pandemi COVID-19 pada masa itu.

"Tahun 2021 adanya COVID, akhirnya saya dan teman-teman penggerak lainnya berpikir gimana caranya akses pendidikan itu dekat ke masyarakat. Makanya kami memilih untuk mengadakan taman baca," kata Bayu Ibrahim, Pustakawan Kampung Pekijing.

Gerakan ini kemudian mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga dicanangkan sebagai Kampung Wisata Literasi pada tahun 2022 oleh Walikota Serang saat itu, Syafrudin. Selain lapak baca, dijalankan pula program Rak Buku Keluarga yang menyediakan minimal empat buku di depan rumah warga dengan sistem rotasi setiap bulan.

Dampak dari konsistensi gerakan ini terlihat dari peningkatan capaian akademis anak-anak yang mampu meraih peringkat lima besar di sekolah. Lebih dari itu, literasi berhasil mengubah karakter masyarakat Pekijing yang semula kaku dan tertutup menjadi lebih terbuka dalam menerima informasi serta perkembangan luar.

"Dulu itu masyarakat sangat tertutup sekali. Setelah adanya literasi, masyarakat semakin terbuka. Mereka semakin menerima informasi, mana yang informasi baik dan mana informasi yang buruk, mereka bisa memilah," jelas Bayu Ibrahim, Pustakawan Kampung Pekijing.

Artikel terkait

Rekomendasi