Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital pada malam penganugerahan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Penghargaan ini diberikan oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom sebagai bentuk apresiasi terhadap peran nyata dalam memperkuat literasi digital daerah.
Keberhasilan ini didorong oleh implementasi Program Gratispol Internet Desa yang memposisikan internet sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Dilansir dari Detik iNET, program strategis tersebut kini telah menjangkau 94 persen wilayah perdesaan melalui pemanfaatan jaringan fiber optik, menara BTS seluler, hingga teknologi satelit.
Hingga saat ini, sebanyak 803 desa dari total 841 desa di tujuh kabupaten telah terpasang jaringan internet gratis. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar pada tahun 2025 dan disesuaikan menjadi Rp8 miliar untuk periode tahun 2026 demi memastikan keberlanjutan infrastruktur tersebut.
Pusat pemasangan internet difokuskan pada kantor desa guna mendukung optimalisasi pelayanan publik bagi masyarakat setempat. Pihak pemerintah provinsi mencatat bahwa program ini mulai berjalan secara intensif sejak periode April hingga Desember tahun lalu dengan target penyelesaian sisa wilayah pada tahun ini.
Terdapat 38 desa yang saat ini belum terjangkau koneksi internet akibat kendala infrastruktur dasar, terutama ketiadaan pasokan listrik PLN. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 desa dilaporkan belum memiliki akses listrik sama sekali, sementara sisanya terkendala lokasi geografis yang sangat terpencil.
Sebagai solusi untuk desa tanpa listrik, pemerintah provinsi menyiapkan penggunaan satelit serta rencana pemanfaatan energi tenaga surya. Sementara itu, wilayah yang memiliki sinyal seluler namun belum terjangkau kabel serat optik akan dihubungkan menggunakan sistem nirkabel atau wireless.
Selain kantor desa, fasilitas publik lainnya seperti sekolah dan puskesmas pembantu turut menjadi sasaran perluasan jika akses internet di kantor pemerintahan sudah memadai. Masyarakat umum juga diperbolehkan memanfaatkan fasilitas Wi-Fi gratis tersebut di luar jam kerja pelayanan publik.
Pembangunan infrastruktur digital di wilayah ini turut mendapat percepatan berkat keberadaan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu pembangunan kabel serat optik secara masif. Kalimantan Timur saat ini tercatat menduduki peringkat ketiga dalam Indeks Literasi Digital nasional.