Kalbe Farma Gelar Edukasi Kesehatan dan Operasi Katarak di Kendari

Kalbe Farma Gelar Edukasi Kesehatan dan Operasi Katarak di Kendari
Foto: Ilustrasi Kalbe Farma Gelar Edukasi Kesehatan dan Operasi Katarak di Kendari.

PT Kalbe Farma Tbk menyelenggarakan rangkaian program pemeriksaan dan edukasi kesehatan yang menyasar penyakit mata serta diabetes bagi masyarakat di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu (6/5/2026). Aksi sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun perseroan yang ke-60 melalui penyediaan berbagai layanan medis gratis.

Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, inisiatif tersebut mencakup skrining kesehatan, konsultasi dengan tenaga medis, hingga program edukasi pencegahan penyakit. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga setempat mengenai pentingnya deteksi dini terhadap gangguan kesehatan yang umum terjadi di masyarakat.

Head Corporate Sustainability PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan. Fokus utama bantuan meliputi pembagian kacamata untuk siswa dan guru, edukasi mengenai stunting, serta penanganan katarak.

"Kalbe berharap kehadiran program ini dapat mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Nisaka dalam keterangan resmi.

Penyaluran bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 181 peserta yang terdiri dari 145 pelajar serta 36 guru dan warga umum. Dari diagnosis tim medis, sebanyak 21 pelajar dan 19 orang dari kategori guru serta masyarakat umum menerima kacamata bantuan penglihatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit katarak masih mendominasi penyebab gangguan penglihatan secara nasional yang berpotensi menurunkan produktivitas masyarakat jika tidak segera ditangani. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes melitus pada penduduk usia 15 tahun ke atas naik menjadi 11,7 persen dari sebelumnya 10,9 persen pada 2018.

Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr. Riesta Hanjani memberikan peringatan mengenai risiko komplikasi berat yang muncul akibat diabetes yang tidak dikelola secara medis dengan tepat. Komplikasi tersebut dapat menyerang organ vital seperti ginjal, jantung, hingga menyebabkan kebutaan permanen.

"Namun, dalam praktik sehari-hari, banyak pasien yang baru memeriksakan diri ke dokter ketika gejalanya sudah cukup berat. Padahal, baik diabetes maupun gangguan penglihatan seperti katarak memiliki outcome yang lebih baik jika ditangani sejak dini," jelas Riesta Hanjani, Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk.

Pihak penyelenggara menekankan bahwa pendekatan preventif dan promotif melalui pemeriksaan berkala menjadi kunci utama dalam menekan beban kesehatan nasional akibat penyakit tidak menular.

Artikel terkait

Rekomendasi