KAI Kebut Proyek Peron Stasiun Bogor, Target Resmi Beroperasi Maret 2026

KAI Kebut Proyek Peron Stasiun Bogor, Target Resmi Beroperasi Maret 2026
Foto: KAI Kebut Proyek Peron Stasiun Bogor, Target Resmi Beroperasi Maret 2026. (Illustration by Pexels)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI saat ini tengah melakukan percepatan pada proyek pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor. Langkah strategis ini diambil guna memastikan fasilitas tersebut siap mendukung pengoperasian rangkaian Commuter Line yang terdiri dari 12 kereta.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa perpanjangan peron merupakan kebutuhan mendesak untuk mengakomodasi rangkaian SF12. Rangkaian dengan 12 kereta ini sengaja disiapkan karena memiliki kapasitas angkut penumpang yang jauh lebih besar dibandingkan rangkaian standar.

Bobby menyebutkan bahwa pengerjaan fasilitas ini dilakukan melalui kolaborasi intensif antara pihak KAI dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Sinergi ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat integrasi antara Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang.

Percepatan proyek ini dipandang sebagai solusi nyata untuk merespons kebutuhan mobilitas warga yang terus meningkat di lintas Bogor. Bobby merasa bersyukur karena progres di lapangan menunjukkan hasil yang lebih cepat dibandingkan jadwal yang sebelumnya telah direncanakan.

Rincian target penyelesaian pengerjaan fisik peron Stasiun Bogor:

  • Proyek pengembangan peron dimulai pada tanggal 15 April 2026 yang lalu.
  • Target penyelesaian seluruh pekerjaan konstruksi dipatok pada Juli 2026 mendatang.
  • Fokus utama mencakup perpanjangan area tunggu di jalur 6, jalur 7, dan jalur 8.
  • Optimalisasi fasilitas pendukung untuk kenyamanan penumpang saat naik dan turun kereta.

Pihak manajemen optimistis bahwa penyelesaian yang lebih awal akan membawa dampak positif bagi para pengguna jasa transportasi rel. Dengan selesainya peron ini, distribusi penumpang saat jam sibuk diharapkan menjadi lebih tertib dan aman.

Lonjakan Signifikan Jumlah Penumpang Jalur Bogor

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memaparkan data yang menunjukkan tren kenaikan jumlah pelanggan di lintas Bogor secara konsisten. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai moda utama menuju ibu kota.

Berdasarkan data statistik, pada tahun 2022 volume penumpang tercatat sebanyak 102.054.022 orang, yang kemudian melonjak menjadi 133.040.885 orang pada 2023. Tren positif ini berlanjut pada 2024 dengan 145.920.264 penumpang, dan mencapai 155.009.997 orang di sepanjang tahun 2025.

Hingga bulan April 2026, angka penumpang di lintas Bogor sudah menembus 51.868.066 orang, yang menandakan aktivitas tetap sangat tinggi. Jika dikalkulasi dalam tiga tahun terakhir, terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 52,9 juta orang atau tumbuh sebesar 51,9 persen.

Data arus penumpang keluar masuk di Stasiun Bogor:

Periode Waktu Jumlah Gate In (Masuk) Jumlah Gate Out (Keluar)
Tahun 2024 17.124.802 Orang 17.276.284 Orang
Tahun 2025 18.199.619 Orang 18.171.350 Orang
Jan - Apr 2026 6.140.074 Orang 5.959.832 Orang

Tabel di atas menunjukkan bahwa pergerakan penumpang di Stasiun Bogor sangat dinamis dengan volume yang terus merangkak naik setiap tahunnya. Hal ini menuntut adanya infrastruktur yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

Intensitas Perjalanan dan Konektivitas Antarmoda

Kepadatan aktivitas di Stasiun Bogor juga sejalan dengan tingginya frekuensi operasional kereta api setiap harinya. Saat ini, terdapat total 392 perjalanan Commuter Line pada hari kerja dan 373 perjalanan selama akhir pekan yang melayani stasiun tersebut.

Frekuensi perjalanan yang sangat padat ini menempatkan Stasiun Bogor sebagai salah satu titik operasi paling sibuk dalam jaringan Jabodetabek. Oleh karena itu, pengaturan ruang tunggu dan peron menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus penumpang di area stasiun.

Selain layanan Commuter Line, Stasiun Bogor kini semakin terhubung erat dengan rute-rute di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Penumpang dapat berpindah menuju Stasiun Bogor Paledang untuk melanjutkan perjalanan ke Sukabumi menggunakan jembatan penyeberangan atau skybridge.

Fasilitas integrasi dan layanan transportasi yang tersedia bagi penumpang:

  • Layanan KA Pangrango yang melayani rute perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi.
  • Fasilitas Skybridge yang menghubungkan langsung area Stasiun Bogor dengan Stasiun Paledang.
  • Konektivitas dengan bus Trans Pakuan sebagai opsi transportasi lokal di dalam kota.
  • Layanan JR Connexion yang melayani rute perjalanan ke berbagai kawasan perumahan.

Integrasi antarmoda ini secara langsung berdampak pada peningkatan jumlah penumpang KA Pangrango yang melayani koridor Bogor-Sukabumi. Jumlah penggunanya naik dari 786.001 orang di tahun 2023 menjadi 1.109.398 orang pada akhir tahun 2025.

Memasuki triwulan pertama tahun 2026, tercatat sudah ada 281.659 penumpang yang memanfaatkan layanan kereta api menuju Sukabumi tersebut. Fakta ini memperkuat alasan KAI untuk terus melakukan investasi pada peningkatan kapasitas layanan di seluruh lini stasiun.

Melalui perluasan peron jalur 6, 7, dan 8, KAI berharap penyebaran penumpang di dalam rangkaian SF12 menjadi lebih merata. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan di pintu-pintu kereta, sehingga kenyamanan penumpang tetap terjaga meski dalam kondisi jam padat.

Artikel terkait

Rekomendasi