NASA Ungkap Jupiter Tidak Mengorbit Matahari Secara Teknis

NASA Ungkap Jupiter Tidak Mengorbit Matahari Secara Teknis
Foto: Ilustrasi NASA Ungkap Jupiter Tidak Mengorbit Matahari Secara Teknis.

Pemahaman umum mengenai planet-planet yang mengorbit Matahari ternyata tidak sepenuhnya akurat secara teknis dalam kacamata astronomi. NASA memberikan penjelasan mendalam bahwa Jupiter tidak benar-benar mengitari pusat Matahari, melainkan mengorbit sebuah titik keseimbangan massa yang berbeda.

Fenomena ini terjadi karena setiap objek di Tata Surya memiliki massa yang saling memengaruhi satu sama lain. Planet dan bintang sebenarnya mengorbit sebuah pusat umum yang dikenal dengan istilah barycenter, yakni titik keseimbangan gravitasi antara dua objek atau lebih.

Dilansir dari Detik iNET, Matahari mendominasi sekitar 99,86 persen massa di seluruh Tata Surya kita. Sementara itu, sisa 0,14 persen massa lainnya terbagi di antara planet, bulan, asteroid, komet, hingga planet kerdil yang ada di lingkungan antariksa tersebut.

Barycenter merupakan pusat massa dari setiap objek di Tata Surya secara gabungan yang menjadi titik acuan orbit. Pada planet-planet kecil seperti Bumi, titik ini berada sangat dekat dengan pusat Matahari sehingga perbedaannya hampir tidak terasa bagi pengamat awam.

"Jupiter jauh lebih besar daripada Bumi. Massanya 318 kali lebih besar. Akibatnya, barycenter Jupiter dan Matahari tidak berada di pusat Matahari. Sebenarnya, letaknya tepat di luar permukaan Matahari!" jelas NASA.

Kondisi unik ini disebabkan oleh besarnya massa Jupiter yang menyumbang sekitar 70 persen dari total massa seluruh planet di Tata Surya. Tarikan gravitasi yang kuat dari raksasa gas ini cukup untuk menarik titik pusat massa sistem Jupiter-Matahari keluar dari inti sang bintang.

Dampak Massa Raksasa Gas Terhadap Tata Surya

Tidak hanya Jupiter, kehadiran raksasa gas lainnya seperti Saturnus juga memengaruhi kestabilan posisi barycenter pusat sistem kita. Berkat massa kolektif yang sangat besar, titik pusat massa Tata Surya jarang sekali menetap tepat di tengah Matahari dan sering kali berada di area luar permukaan.

"Seluruh Tata Surya kita juga memiliki barycenter. Matahari, Bumi, dan semua planet di Tata Surya mengorbit di sekitar barycenter ini. Ini adalah pusat massa dari setiap objek di Tata Surya secara gabungan," lanjut NASA.

Fenomena serupa juga ditemukan pada sistem benda langit lainnya yang memiliki rasio massa signifikan. Sebagai contoh, kelima bulan Pluto secara teknis tidak mengorbit langsung planet kerdil tersebut, melainkan mengitari titik barycenter yang ada di antara mereka.

Interaksi antara Bumi dan Bulan juga menunjukkan pola yang sama, di mana keduanya mengorbit barycenter yang terletak sekitar 5.000 kilometer dari pusat Bumi. Data ini menegaskan bahwa setiap objek di luar angkasa saling berbagi titik pusat rotasi berdasarkan distribusi massa masing-masing.

Pernyataan dari NASA ini mengoreksi pelajaran dasar sekolah yang menyebutkan setiap planet mengorbit pusat Matahari secara mutlak. Faktanya, seluruh penghuni sistem ini mengorbit barycenter yang lokasinya dinamis, terkadang berada di dalam Matahari namun sering pula bergeser ke area permukaan luar.

Artikel terkait

Rekomendasi