Sebuah jembatan yang menghubungkan RW 04 dan RW 03 di Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ambruk diterjang luapan air Sungai Cikaret saat hujan deras melanda pada Senin (4/5/2026). Infrastruktur tersebut roboh setelah sebelumnya sempat muncul instruksi penutupan akses sejak Minggu malam guna menghindari potensi bahaya bagi warga setempat.
Kondisi konstruksi jembatan dilaporkan telah mengalami gangguan serius akibat pengikisan arus sungai secara terus-menerus sebelum akhirnya benar-benar hancur. Dilansir dari Megapolitan, otoritas terkait telah mengantisipasi kerusakan ini dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa penurunan kualitas struktur bangunan sudah diprediksi sebelum kejadian. Hal ini didasari oleh observasi tim di lapangan terhadap kondisi fisik jembatan yang mulai tidak stabil.
"Kemarin malam juga memang sudah diprediksi dan sudah diantisipasikan untuk tidak digunakan atau tidak dilintasi, jembatannya sendiri pun secara konstruksinya juga sudah mulai terganggu," kata Dimas Tiko, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor.
Petugas BPBD kini difokuskan pada upaya pendataan dan pengamanan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Langkah evakuasi menjadi prioritas bagi keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan struktur atau berada dalam posisi terancam longsoran.
"Jadi memang qodarullah dengan curah hujan yang cukup tinggi dan debit air dari Kali Cikaret ini meluap kembali, jembatan ini roboh," lanjut Dimas Tiko.
Tim di lapangan terus melakukan penyisiran terhadap bangunan-bangunan yang dianggap sudah tidak layak huni akibat terdampak arus sungai. Penanganan darurat berupa penyediaan tempat tinggal sementara telah disiapkan bagi para pengungsi.
"Inventarisasi warga-warga yang sekiranya memang bersisian seperti teman-teman lihat ada rumah yang sudah gorowong itu kita langsung segera lakukan langkah evakuasi. Lakukan langkah evakuasi, kita carikan kontrakan," ujar Dimas Tiko.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengungkapkan bahwa rencana perbaikan permanen jembatan tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan akan dimulai pada Selasa (5/5/2026). Namun, percepatan kerusakan alam membuat rencana pengerjaan tersebut harus diatur ulang.
"Tadi saya sudah bilang untuk dikerjakan besok. Tapi namanya alam kita juga enggak tahu, enggak assalamualaikum tahu-tahu (roboh) saya bilang baru mau dikerjakan besok," jelas Juniarti Estiningsih, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor.
Dinas PUPR memastikan akan melakukan mobilisasi tenaga ahli dari proyek pemeliharaan di lokasi lain guna memprioritaskan pemulihan akses di Pasirjaya. Penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) juga tengah diproses agar jembatan dapat segera dibangun kembali.
"Karena kita pakai pemeliharaan jadi harus narik tukang dari kegiatan-kegiatan di wilayah yang lain untuk diprioritaskan," ujar Juniarti Estiningsih.
Proses administrasi untuk pencairan dana darurat segera dilakukan demi memperpendek masa gangguan mobilitas warga. Target utamanya adalah mengembalikan konektivitas antar-RW secepat mungkin agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kembali normal.
"Ya secepatnya kita akan akses anggaran BTT nanti untuk supaya akses masyarakat lebih cepat," sambung Juniarti Estiningsih.
Akibat terputusnya akses utama ini, warga di RW 04 dan RW 03 terpaksa menggunakan jalur alternatif. Masyarakat kini harus memutar melalui Jalan Aria Surialaga untuk melakukan perjalanan dari kedua arah tersebut.