Kementerian PU Targetkan Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi Juli 2026

Kementerian PU Targetkan Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi Juli 2026
Foto: Ilustrasi Kementerian PU Targetkan Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi Juli 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memproyeksikan Jembatan Krueng Tingkeum yang berlokasi di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, mulai beroperasi kembali secara bertahap pada pengujung Juli 2026. Seperti dilansir dari Kompas, infrastruktur vital ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan bencana alam.

Peristiwa kerusakan struktur jembatan tersebut terjadi pada 26 November 2025 dipicu oleh fenomena hidrometeorologi. Dampak dari insiden ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama nasional yang menjadi penghubung lintas timur Sumatera.

Jembatan Krueng Tingkeum memegang peranan krusial sebagai urat nadi transportasi yang mengoneksikan wilayah Aceh dengan Sumatera Utara. Keberadaannya sangat strategis dalam menyokong mobilitas warga serta menjamin kelancaran distribusi logistik antarprovinsi.

Guna mengantisipasi terputusnya akses, Kementerian PU sebelumnya telah menyediakan jembatan sementara jenis Bailey yang mulai digunakan sejak 27 Desember 2025. Fasilitas darurat ini berfungsi menjaga konektivitas kawasan selama proses perbaikan permanen berlangsung.

Langkah pemulihan permanen kini tengah dilaksanakan melalui paket Penanganan Permanen Duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum. Proyek ini berada di bawah kendali Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan capaian progres yang cukup positif.

Hingga saat ini, perkembangan pengerjaan fisik di lapangan dilaporkan telah menyentuh angka 40,11 persen. Realisasi tersebut menunjukkan percepatan karena berhasil melampaui target rencana awal yang dipatok sebesar 38,24 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyelesaian jembatan ini menjadi prioritas utama pemerintah demi stabilitas transportasi nasional.

"Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di lintas timur Sumatera. Oleh karena itu, percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal," ujar Dody, Senin (27/4/2026).

Dalam aspek teknis, struktur baru jembatan dirancang memiliki panjang 149,7 meter dengan menggunakan material baja girder. Penggunaan metode konstruksi incremental launching diterapkan untuk memperkuat kapasitas beban serta meningkatkan ketahanan jembatan terhadap potensi risiko bencana di masa depan.

Selama masa pembangunan, tim teknis rutin melakukan pengawasan dan perawatan pada jembatan sementara. Hal ini mencakup pemeriksaan harian, perbaikan rutin, serta manajemen lalu lintas yang melibatkan koordinasi intensif dengan kepolisian dan instansi terkait.

Upaya mitigasi dampak lingkungan juga menjadi perhatian selama konstruksi berlangsung. Salah satu langkah yang diambil adalah penyiraman rutin pada badan jalan guna meminimalkan polusi debu yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Dalam waktu dekat, pelaksanaan proyek akan memasuki fase krusial berupa pemasangan atau erection girder pada bentang pertama. Tahapan ini merupakan bagian dari strategi akselerasi agar target fungsionalitas jembatan dapat tercapai tepat waktu.

Kementerian PU berharap pengoperasian jembatan permanen pada akhir Juli 2026 mampu meningkatkan volume kendaraan yang melintas secara aman. Selain itu, selesainya proyek ini diharapkan dapat mengurai titik kemacetan serta mempercepat arus distribusi barang dan orang di wilayah Aceh.

Artikel terkait

Rekomendasi