Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat, Jamaluddin, menerima penghargaan sebagai pemenang Individu Pejuang Internet Masuk Desa dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penganugerahan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Acara yang digelar oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom ini bertujuan memberikan apresiasi kepada pihak yang memperkuat literasi dan konektivitas digital di daerah terpencil. Dilansir dari Detik iNET, Jamaluddin dinilai berjasa besar dalam mengawal pembangunan infrastruktur komunikasi di wilayah Asmat sejak bertugas puluhan tahun silam.
Kondisi jaringan di Asmat telah mengalami transformasi signifikan sejak Jamaluddin pertama kali mengabdi pada 2004 yang saat itu masih didominasi titik tanpa sinyal (blank spot). Pembangunan mulai berkembang melalui kerja sama dengan BAKTI pada 2017 hingga akhirnya tercatat sebanyak 185 menara BTS berdiri di kabupaten tersebut pada 2024.
Jumlah infrastruktur telekomunikasi tersebut menempatkan Asmat sebagai wilayah dengan jumlah BTS terbanyak kedua di Papua setelah Jayawijaya. Selain BTS, terdapat sekitar 30 titik akses internet AI yang disebar untuk mendukung fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, dan kantor pemerintahan lokal.
Jamaluddin mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam menyediakan jaringan adalah kondisi geografis yang ekstrem dan keterbatasan kapasitas. Meskipun infrastruktur telah tersedia, kecepatan internet saat ini masih terbatas pada kisaran 3 mbps yang sering mengalami kendala jika digunakan banyak orang secara bersamaan.
"Dulu di distrik atau kampung-kampung itu belum ada sinyal sama sekali," kata Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat.
Guna mengatasi keterbatasan tersebut, Jamaluddin secara rutin melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta untuk penambahan infrastruktur. Ia juga terlibat langsung dalam proses survei lapangan guna memastikan pembangunan BTS tepat sasaran di tingkat distrik maupun kampung.
"Sekarang BTS sudah banyak terdapat di kampung dan distrik di Asmat. Pada tahun 2024, terhitung 185 BTS telah dibangun di Asmat dan menjadikannya sebagai terbanyak kedua setelah Jayawijaya. nominator menyatakan aspirasinya agar kapasitasnya bandwidth dinaikkan agar bisa menarik pengguna lebih banyak lagi," kata Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat.
Peningkatan akses digital ini memberikan dampak nyata pada efisiensi layanan publik di wilayah Papua Selatan tersebut. Pemanfaatan teknologi kini mulai merambah sektor pendidikan jarak jauh melalui aplikasi pertemuan daring serta digitalisasi pelaporan administrasi kesehatan dari puskesmas ke kabupaten.
"Dampak kehadiran internet di kabupaten Asmat begitu signifikan. Terutama untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Saat ini sekolah dapat menggunakan Zoom untuk keperluan pendidikan jarak jauh misalnya sekolah bisa zoom jarak jauh seperti dari distrik dan kampung ke kabupaten. Puskesmas tidak perlu membawa lagi laporan ke kabupaten, cukup mengirim data atau dokumen via WA," kata Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat.