ITB Tanggapi Dugaan Penipuan Riset oleh Alumnus Magister Matematika

ITB Tanggapi Dugaan Penipuan Riset oleh Alumnus Magister Matematika
Foto: Ilustrasi ITB Tanggapi Dugaan Penipuan Riset oleh Alumnus Magister Matematika.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan aksi penipuan riset atau fraud yang dilakukan oleh seorang alumnusnya bernama Prihantini dalam sebuah konferensi internasional, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Prihantini tercatat sebagai lulusan Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022 lalu.

Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, memberikan klarifikasi bahwa materi presentasi yang dibawakan oleh oknum terkait di forum internasional tersebut sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan tesis ataupun kegiatan akademik selama di ITB. Adapun karya ilmiah Prihantini saat menempuh jalur S2 di ITB berfokus pada topik berjudul ÔÇ£Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai MiringÔÇØ.

"ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud," jelas Aep Patah, Dekan FMIPA ITB.

Pihak dekanat menjamin lembaga pendidikan tinggi ini akan terus berkomitmen menjaga atmosfer ilmiah yang bersih dari segala bentuk kecurangan intelektual.

"Menurut Aep, ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab. ITB tidak mentoleransi plagiarisme, fabrikasi data, manipulasi hasil, maupun bentuk pelanggaran etika ilmiah lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian," terang Aep Patah, Dekan FMIPA ITB.

Berdasarkan data resmi pada situs PDDikti, Prihantini merupakan lulusan sarjana dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode angkatan 2015-2019 yang dikenal aktif dalam berbagai riset kemahasiswaan. Semasa kuliah, ia berulang kali memperoleh dana penelitian dari internal kampus serta kementerian, bahkan sempat menyabet Juara 1 Pertamina National Science Olympiad bidang Matematika.

Sosok yang akrab disapa Titin ini mendapatkan dana beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister matematika di ITB. Ia juga menginisiasi platform mentoring kepenulisan akademik bernama Orbit Paper sejak 2018 untuk membimbing peneliti muda mempublikasikan karya ilmiah ke jurnal global, serta mendirikan komunitas kepemudaan Youth Passion to Action (YPA).

Rekam jejaknya mencakup raihan sejumlah penghargaan internasional, seperti Achievement Special Award dari WomenÔÇÖs Inventors Association NOVA di Bosnia dan Herzegovina tahun 2017. Di tahun yang sama, ia meraih Gold Medal pada World Invention and Innovation Forum di China dan Special Gold Prize dari Manila Young Inventors Association.

Sebelum akun Instagram pribadinya @pryhanykielh yang memiliki 4.509 pengikut tersebut dihapus, Titin sering mengunggah aktivitas konferensi internasional di belasan negara. Ia juga pernah mencatatkan pengalaman kerja sebagai Research Assistant di Balai Besar Laboratorium Kesehatan serta terlibat dalam proyek hidrodinamika milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Artikel terkait

Rekomendasi