IRS Gandeng Palantir Perkuat Investigasi Kriminal Pajak Amerika

IRS Gandeng Palantir Perkuat Investigasi Kriminal Pajak Amerika
Foto: Ilustrasi IRS Gandeng Palantir Perkuat Investigasi Kriminal Pajak Amerika.

Internal Revenue Service (IRS) Amerika Serikat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Palantir Technologies guna memperkokoh unit investigasi kriminalnya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mendeteksi berbagai tindak pidana finansial di seluruh wilayah hukum tersebut.

Kemitraan ini melibatkan penggunaan perangkat lunak analisis data tingkat tinggi untuk memantau catatan keuangan dalam volume yang sangat besar. Seperti dilansir dari Teknologi, IRS dilaporkan telah menggelontorkan dana mencapai US$130 juta atau setara Rp2,24 triliun sejak tahun 2018 kepada Palantir.

Data dari organisasi nirlaba American Oversight menunjukkan bahwa hubungan kerja sama antara otoritas pajak dan perusahaan teknologi tersebut sebenarnya telah terjalin selama hampir sepuluh tahun. Namun, rincian operasional mengenai penggunaan alat canggih ini baru mulai terungkap melalui dokumen kontrak publik terbaru.

Otoritas perpajakan Amerika menggunakan sistem Lead and Case Analytics (LCA) milik Palantir untuk menghimpun data dari beragam instansi federal. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk memetakan hubungan di antara jutaan catatan dan ribuan tautan di berbagai basis data yang berbeda.

"Agen khusus dan analis investigasi memanfaatkan platform ini untuk menemukan, menganalisis, dan memvisualisasikan koneksi antara set data yang berbeda guna menghasilkan petunjuk," tulis penilaian dampak privasi agensi tahun 2024 dikutip dari The Intercept.

Sistem LCA mengintegrasikan dua aplikasi utama, yaitu Gotham dan Foundry, yang dirancang khusus untuk memproses analisis data skala masif. Perangkat ini fokus pada upaya pembongkaran skema manipulasi pajak, praktik pencucian uang, hingga proses penyitaan aset melalui identifikasi anomali yang sulit dideteksi secara manual.

Modernisasi Audit dan Efisiensi Birokrasi

Selain digunakan untuk keperluan penegakan hukum pidana, teknologi ini menjadi pilar utama dalam proyek modernisasi prosedur audit di internal IRS. Inovasi tersebut memungkinkan proses pemeriksaan data sensitif warga negara yang sebelumnya terfragmentasi kini dapat terintegrasi secara otomatis dan cepat.

Laporan yang sama juga menyebutkan peran Palantir dalam mendukung Department of Government Efficiency (DOGE) yang diinisiasi oleh perintah eksekutif Presiden Trump. Proyek ini bertujuan mempermudah akses birokrasi terhadap berbagai catatan yang dikelola oleh IRS.

Meski memberikan efisiensi yang signifikan bagi operasional pemerintah, keterlibatan vendor teknologi militer dalam mengelola data warga sipil memicu perdebatan hukum. American Oversight baru-baru ini melayangkan gugatan terhadap pemerintahan Trump terkait aspek transparansi penggunaan alat Palantir di lembaga-lembaga federal.

Berdasarkan dokumen kontrak yang beredar, volume data yang diproses mencakup puluhan set informasi berbeda mengenai penduduk Amerika. Keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemampuannya memetakan hubungan antarindividu serta pola komunikasi secara mendalam dan komprehensif.

Integrasi mendalam antara sektor swasta dan otoritas publik ini semakin menegaskan posisi Palantir sebagai mitra teknologi utama bagi penegak hukum di Amerika Serikat. Pemanfaatan big data kini menjadi standar baru dalam strategi nasional untuk memitigasi risiko kerugian keuangan akibat kejahatan.

Artikel terkait

Rekomendasi