Iran Berencana Komersialisasi Jalur Kabel Internet Selat Hormuz

Iran Berencana Komersialisasi Jalur Kabel Internet Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Iran Berencana Komersialisasi Jalur Kabel Internet Selat Hormuz.

Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur krusial bagi distribusi minyak mentah dunia kini mulai dipandang Iran sebagai instrumen kekuatan digital global. Kawasan strategis tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi besar melalui jaringan kabel fiber optik bawah laut yang melintas di dalamnya.

Kantor berita Tasnim, sebagaimana dikutip dari Tekno, melaporkan adanya dorongan agar pemerintah Iran mulai memetik keuntungan finansial dari infrastruktur internet tersebut. Saat ini, setidaknya terdapat tujuh kabel internet internasional yang menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur penghubung data antara benua Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Urat nadi digital ini menjadi tulang punggung bagi pusat data cloud serta layanan internet global. Menurut laporan Tasnim, nilai transaksi finansial dunia yang diproses melalui kabel-kabel di bawah laut Selat Hormuz diperkirakan menembus angka 10 triliun dollar AS setiap harinya.

Pemerintah Iran merasa belum mendapatkan manfaat ekonomi maupun kedaulatan yang sepadan dari posisi geografis tersebut. Selama ini, pemanfaatan Selat Hormuz masih terpaku pada pola tradisional sebagai koridor pelayaran kapal pengangkut energi.

Guna mengubah kondisi tersebut, terdapat tiga usulan langkah praktis yang diajukan untuk menghasilkan pendapatan bagi negara. Pertama, Iran berencana memberlakukan biaya lisensi awal serta biaya pembaruan tahunan bagi perusahaan asing yang menggunakan jalur kabel tersebut.

Kedua, raksasa teknologi global yang mengoperasikan kabel bawah laut, termasuk Meta, Amazon, dan Microsoft, akan diwajibkan untuk mematuhi koridor hukum Iran. Ketiga, kontrol eksklusif terhadap operasional pemeliharaan dan perbaikan kabel akan diberikan kepada perusahaan domestik Iran.

Potensi Gangguan Ekonomi Digital

Media Fars yang memiliki afiliasi serupa menyebutkan bahwa Selat Hormuz merupakan jalan tol digital tersembunyi yang dapat menjadi kekuatan baru bagi Teheran. Proposal ini menginstruksikan perusahaan asing untuk meminta izin resmi dan membayar biaya transit kabel internet.

Para analis menyatakan kekhawatiran bahwa penerapan pungutan atau kontrol ketat oleh Iran dapat berdampak luas pada sistem keuangan global. Tidak hanya mengganggu layanan cloud, kebijakan ini berisiko menghambat operasional rutin perusahaan teknologi besar dunia.

Langkah yang direncanakan Iran ini disebut mengadopsi model bisnis yang telah diterapkan oleh Mesir. Negeri Piramida tersebut telah memungut biaya transit untuk kabel internet yang melintasi wilayahnya guna menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania.

Kedaulatan dan Posisi Geografis

Secara teknis, Selat Hormuz memiliki lebar hanya sekitar 33 kilometer pada titik tersempitnya. Perairan ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman sebelum akhirnya menuju ke pasar internasional melalui jalur terbuka.

Berdasarkan hukum maritim internasional, negara pantai memiliki hak kedaulatan hingga 12 mil laut dari garis pantai. Karena lebar selat yang terbatas, yurisdiksi laut antara Iran dan Oman saling tumpang tindih di kawasan tersebut.

Secara geografis, Iran menguasai seluruh garis pantai bagian utara serta beberapa pulau penting di dekat jalur pelayaran utama. Keunggulan ini memberikan posisi tawar yang signifikan dalam hal pengawasan maupun pengamanan jalur logistik global.

Saat ini, sekitar 20 persen konsumsi minyak bumi dunia atau setara 20 juta barrel per hari didistribusikan melalui koridor sempit ini. Selain itu, seperempat dari total perdagangan gas alam cair (LNG) global juga bergantung pada kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.

Artikel terkait

Rekomendasi