Investor Asing Borong Saham BUMI di Tengah Penurunan Harga

Investor Asing Borong Saham BUMI di Tengah Penurunan Harga
Foto: Ilustrasi Investor Asing Borong Saham BUMI di Tengah Penurunan Harga.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 203,87 miliar pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Aksi borong saham oleh pemodal internasional ini terjadi di tengah penurunan tajam harga saham emiten pertambangan tersebut.

Dilansir dari Investor Daily, harga saham BUMI ditutup merosot sebesar 5,20 persen ke level Rp 164 per lembar pada hari yang sama. Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan sebanyak 7,19 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 93.951 kali dan nilai total transaksi sebesar Rp 1,20 triliun.

Akumulasi pembelian oleh investor asing ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut di pasar modal. Pada dua hari bursa sebelumnya, yaitu tanggal 19 dan 20 Mei, saham BUMI berturut-turut membukukan transaksi beli bersih asing senilai Rp 66,61 miliar dan Rp 223,43 miliar.

Tren positif investasi asing ini sekaligus membalikkan situasi pergerakan modal setelah saham emiten afiliasi Grup Bakrie dan Salim ini terus mencatatkan aksi jual bersih asing sejak 8 Mei hingga 18 Mei 2026. Meski diborong asing dalam tiga hari terakhir, akumulasi harga saham BUMI dalam sepekan ke belakang tercatat masih mengalami penurunan hingga 23,36 persen.

Aktivitas pembelian masif oleh investor luar negeri tersebut berlangsung bersamaan dengan pengumuman aksi korporasi perseroan mengenai penerbitan instrumen keuangan baru. Bumi Resources mengumumkan emisi Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap V Tahun 2026 dengan total jumlah pokok instrumen sebesar Rp 1,83 triliun.

Seluruh dana segar yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dipotong biaya-biaya emisi, diproyeksikan untuk memperkuat aspek finansial internal. Alokasi dana sekitar Rp 1,5 triliun bakal disalurkan sebagai pinjaman kepada entitas anak usaha, yaitu PT Arutmin Indonesia, berdasarkan kesepakatan perjanjian pinjaman tertanggal 28 April 2026.

Pihak Arutmin selanjutnya akan memanfaatkannya demi pemenuhan kebutuhan modal kerja serta pembiayaan operasional harian perusahaan. Sementara itu, sisa dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan langsung untuk pemenuhan modal kerja kegiatan operasional harian Bumi Resources.

Kebutuhan operasional induk perusahaan tersebut mencakup pembiayaan gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional seperti konsultan pajak, audit, serta konsultan TI. Selain itu, dana sisa obligasi digunakan untuk penyelesaian kewajiban pajak hingga pembiayaan keuangan seperti beban bunga dan selisih kurs.

Berdasarkan jadwal berkala yang telah disusun manajemen, masa penawaran umum obligasi ini dilangsungkan pada 21 Mei 2026. Tahapan berikutnya adalah tanggal penjatahan yang jatuh pada 22 Mei 2026, diikuti pengembalian uang pemesanan serta distribusi secara elektronik atau tanggal emisi pada 26 Mei 2026, dan diakhiri dengan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia pada 29 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi