Laporan investigasi terbaru dari The New York Times menyebutkan nama Adam Back sebagai sosok yang diduga kuat berada di balik nama samaran Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin. Identitas anonim tersebut menjadi sorotan kembali melalui hasil penelusuran jurnalis John Carreyrou yang dilansir dari Tekno.
Adam Back merupakan seorang kriptografer terkemuka berusia 55 tahun yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan blockchain Blockstream. Keterlibatan pria tersebut dalam pengembangan teknologi digital tercatat sudah dimulai sejak awal perkembangan komunitas Bitcoin dan riset uang elektronik.
Analisis investigatif menemukan adanya kesamaan gaya bahasa yang signifikan antara tulisan Back dan Nakamoto pada berbagai forum daring lama. Temuan ini mencakup kesamaan dalam pemilihan kata, ejaan, struktur kalimat, hingga pola aktivitas waktu penggunaan internet yang identik di antara keduanya.
Faktor penguat lainnya adalah peran Back dalam menciptakan Hashcash, sebuah sistem "proof-of-work" yang menjadi elemen dasar mekanisme penambangan Bitcoin. Penelusuran intensif selama satu tahun ini menambah daftar kandidat Satoshi Nakamoto setelah sebelumnya nama-nama seperti Hal Finney, Nick Szabo, hingga Peter Todd sempat mencuat.
Adam Back secara tegas memberikan bantahan terhadap hasil investigasi yang mengaitkan dirinya dengan identitas pencipta mata uang kripto pertama di dunia tersebut. Melalui serangkaian unggahan di platform X, Back memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya dalam industri kriptografi.
"proof-of-work" ujar Adam Back, CEO Blockstream.
Penegasan serupa juga disampaikan oleh pihak manajemen Blockstream sebagai respons resmi terhadap laporan yang dipublikasikan media asal Amerika Serikat tersebut. Perusahaan menilai bahwa kesimpulan yang diambil lebih bersifat spekulatif daripada pembuktian teknis yang konkret.
Pihak Blockstream menyatakan bahwa hasil investigasi tersebut hanya didasarkan pada interpretasi situasional dan bukan merupakan bukti kriptografis yang kuat. Di sisi lain, sebagian komunitas menganggap anonimitas Nakamoto justru menjadi kunci utama dalam menjaga netralitas dan sistem desentralisasi Bitcoin selama satu dekade terakhir.