Infrastruktur Cloud Menjadi Kunci Kompetisi Ekonomi Digital Indonesia

Infrastruktur Cloud Menjadi Kunci Kompetisi Ekonomi Digital Indonesia
Foto: Ilustrasi Infrastruktur Cloud Menjadi Kunci Kompetisi Ekonomi Digital Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA ÔÇö Seiring meningkatnya kompetisi di ekonomi digital Indonesia, perusahaan rintisan dan platform digital tidak lagi hanya mencari penyedia cloud dengan kapasitas penyimpanan besar. Saat ini, tuntutan yang muncul adalah infrastruktur yang mampu mengikuti laju pertumbuhan bisnis mulai dari kemampuan menangani lonjakan trafik, menjaga ketersediaan layanan, hingga mengendalikan biaya operasional.

Persoalan ini bukan hal baru. Sejumlah pelaku industri digital mengakui bahwa pendekatan cloud konvensional sering kali menjadi penghambat ketika perusahaan harus meluncurkan fitur baru dengan cepat atau ketika pola permintaan berubah drastis dalam hitungan minggu. Belum lagi soal keamanan data yang menjadi aspek yang tidak bisa ditawar di tengah makin ketatnya regulasi perlindungan data pribadi.

Tren global menunjukkan bahwa perusahaan digital mulai beralih ke arsitektur cloud-native yang menawarkan ketangkasan dan ketahanan lebih tinggi. Pendekatan ini memungkinkan pembaruan layanan secara cepat, performa yang terukur, serta postur keamanan yang melekat sejak awal dan bukan ditempelkan belakangan.

Oracle Cloud Infrastructure (OCI) termasuk penyedia yang mengusung pendekatan ini. Platform tersebut dirancang untuk menangani beban kerja dengan throughput tinggi, seperti yang umum terjadi pada platform ride-hailing, e-commerce, maupun layanan finansial digital. Salah satu contoh penerapannya terlihat pada GetGo Technologies, layanan car-sharing terbesar di Singapura, yang mengembangkan akal imitasi (artificial intelligence) pada peladen (server) untuk menganalisis puluhan ribu foto kendaraan setiap hari guna mendeteksi kerusakan secara otomatis.

Potensi besar ekonomi digital Indonesia tidak luput dari perhatian para pemain global. Oracle, misalnya, meluncurkan region public cloud Indonesia pada 2025 untuk mendukung kedaulatan data lokal sebagai bagian dari ekspansi infrastrukturnya di Asia Tenggara.

ÔÇ£Oracle tidak hanya membawa teknologi dan investasi, tetapi juga membangun infrastruktur yang siap menjawab kebutuhan lokal, mulai dari keamanan data hingga ekosistem digital yang berkelanjutan,ÔÇØ ujar Rusly Askar, Country Managing Director Oracle untuk Indonesia.

Bagi pelaku industri digital domestik, kehadiran lebih banyak pilihan cloud kelas enterprise di dalam negeri tentu menjadi kabar baik. Persaingan antarpenyedia cloud pada akhirnya akan mendorong harga yang lebih kompetitif, layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan lokal, serta percepatan adopsi teknologi seperti akal imitasi (artificial intelligence) dan analitik data yang selama ini menjadi pembeda daya saing.

Yang pasti, era di mana cloud hanya dilihat sebagai tempat menyimpan data sudah lewat. Kini, infrastruktur cloud menjadi pilar strategis yang menentukan seberapa cepat dan seberapa efisien sebuah perusahaan digital bisa tumbuh.

Artikel terkait

Rekomendasi