Indonesia kini diproyeksikan menjadi pusat data strategis di tingkat Asia berkat lokasi geografis yang menguntungkan dan ketersediaan sumber daya alam pendukung. Tren perpindahan penyimpanan data dari Singapura ke tanah air mulai meningkat akibat keterbatasan lahan di negara tetangga tersebut pada Rabu (22/4/2026).
Dilansir dari Teknologi, pergeseran minat perusahaan global dan regional ini dipicu oleh keunggulan Indonesia dalam menyediakan lahan luas serta pasokan air yang mencukupi untuk operasional fasilitas digital. Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menekankan bahwa Indonesia merupakan lokasi yang ideal bagi penempatan data di wilayah Asia Tenggara.
ÔÇ£Ini adalah tempat strategis. Dari sini mereka bisa tempatkan data untuk Asia dan Asia Tenggara, di mana saja mereka inginkan,ÔÇØ kata Krishna, dalam acara media gathering di fasilitas data center CGK11.
Kapasitas infrastruktur digital dalam negeri juga didorong oleh regulasi ketat yang mewajibkan sektor-sektor krusial untuk melakukan lokalisasi data. Director Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, mengidentifikasi sektor perbankan sebagai pasar potensial yang membutuhkan kedekatan fisik infrastruktur dengan operasional cabang.
ÔÇ£Regulasi dari OJK dan bank sentral mengharuskan perusahaan yang beroperasi di Indonesia untuk menempatkan data mereka di dalam negeri,ÔÇØ ujar Yudha.
Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan pusat data masih terganjal oleh masalah usia bangunan pada infrastruktur lama dan risiko operasional teknis. Yudha menyoroti beban kapasitas pada gedung lama seperti Cyber One yang pengelolaannya hampir menyentuh batas maksimal sebesar 14 terabit per detik.
Modernisasi fasilitas menjadi sangat mendesak mengingat insiden keselamatan yang pernah terjadi di infrastruktur usang beberapa tahun silam. Sebagai langkah konkret penguatan konektivitas, Digital Realty Bersama kini berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) untuk memperluas jangkauan layanan mereka.
ÔÇ£Salah satu cloud terbesar yang diberikan juga sudah ada di sini. Jadi, mereka bisa menjual ke pelanggan di sini,ÔÇØ jelas Yudha.
Peluang investasi bagi Indonesia semakin terbuka lebar seiring dengan langkah Singapura yang mulai membatasi pembangunan pusat data baru. Kebijakan pembatasan di negara tetangga tersebut akibat krisis listrik dan air menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang lebih kuat dalam memperkokoh ekonomi digital regional.