Petugas Daker Bandara Imbau Jemaah Haji Fokus Beribadah di Arafah

Petugas Daker Bandara Imbau Jemaah Haji Fokus Beribadah di Arafah
Foto: Ilustrasi Petugas Daker Bandara Imbau Jemaah Haji Fokus Beribadah di Arafah.

Jemaah haji diimbau untuk senantiasa menjaga niat dan saling mengingatkan agar fokus beribadah serta tidak menyia-nyiakan kesempatan selama berada di Arafah. Penegasan mengenai besarnya nilai ibadah di tempat tersebut disampaikan oleh Petugas Tusi Bimbingan Ibadah Daker Bandara sekaligus Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dendi Yuda Safrullah, pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Nasional.

"Karena kita untuk ke Arafah itu tentu tidak gampang. Semua orang ingin hadir di Arafah, maka jangan menyia-nyiakannya dengan misalkan hanya berfoto-foto, bermain HP, atau untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang di luar berzikir," tegas Dendi, Rabu (20/5/2026).

Pembersihan hati melalui tradisi saling bermaafan atau istihlal biasanya dilakukan oleh jemaah sebelum keberangkatan ke Arafah. Langkah ini menjadi bagian penting mengingat panjangnya proses perjalanan yang telah dilalui jemaah sejak masa manasik hingga tiba di Tanah Suci.

"Biasanya para jemaah sudah mengadakan kegiatan semacam istihlal, saling bermaaf-maafan. Itu salah satu upaya untuk membersihkan diri sebelum berangkat berhaji pergi ke Arafah," ungkapnya.

Setibanya di lokasi, jemaah disarankan langsung mengisi waktu dengan memperbanyak mengingat Allah SWT melalui berbagai amalan utama. Dendi menjelaskan bahwa kelengkapan panduan bacaan doa sudah tersedia secara masif di dalam buku manasik yang dibawa dari Tanah Air.

"Sampai di Arafah itu tentu banyak kegiatan-kegiatan terutama memperbanyak zikir, membaca istighfar, membaca Al-Quran, kemudian juga bersolawat," paparnya.

Pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun jemaah mandiri umumnya juga telah melakukan persiapan mandiri sejak dari dalam negeri.

"Biasanya ada beberapa KBIHU atau jemaah-jemaah yang sudah mempersiapkan dari tanah air. Tapi secara umum di dalam buku manasik untuk jemaah itu sudah ada bacaan-bacaan yang harus dibaca oleh jemaah. Dan itu sangat banyak," tambah Dendi.

Terkait teknis pelaksanaan wukuf, seluruh prosesi khutbah dan salat berjemaah akan dilangsungkan di dalam tenda maktab masing-masing. Pengaturan tersebut melibatkan penggabungan beberapa rombongan kloter untuk menentukan imam salat Zuhur yang dikerjakan secara jamak dan qasar, serta petugas khotib.

"Nanti beberapa rombongan itu gabung ditentukan siapa di kloter yang menjadi imam sholat dzuhur, yang biasanya di jamak dan qasar. Kemudian untuk khotibnya ada petugasnya," jelas Dendi.

Sisa waktu setelah rangkaian khutbah dan salat berjemaah selesai harus dimaksimalkan dengan baik untuk memohon ampunan serta memanjatkan doa.

"Karena Arafah salah satu yang disebut maqom ijabah atau tempat dikabulkannya doa atau permohonan kita kepada Allah. Dan ini merupakan puncak dari kegiatan haji. Karena Rasul mengatakan haji itu intinya adalah di Arafah. Barang siapa yang hadir di Arafah, maka dia sudah mendapatkan haji," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi