Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan hari Rabu (3/6). Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dilaporkan merosot tajam hingga meninggalkan level psikologisnya.
Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup masif di lantai bursa. Berdasarkan data perdagangan sore ini, pelemahan terjadi secara menyeluruh di berbagai sektor saham.
IHSG Merosot Tajam di Tengah Tekanan Pasar
IHSG resmi mengakhiri sesi perdagangan di posisi 5.941. Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar 254,36 poin atau setara dengan minus 4,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Aktivitas transaksi di bursa terpantau sangat tinggi dengan nilai mencapai Rp25,21 triliun. Secara total, terdapat sekitar 40,06 miliar lembar saham yang berpindah tangan sepanjang hari ini.
Berikut adalah ringkasan pergerakan saham pada penutupan bursa hari ini:
- Saham Melemah: Sebanyak 692 emiten tercatat mengalami penurunan harga.
- Saham Menguat: Hanya 69 saham yang berhasil bertahan dan bergerak di zona hijau.
- Saham Stagnan: Terdapat 54 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan atau tetap.
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas saham di bursa terbakar sentimen jual. Dominasi saham yang terkoreksi ini menjadi pemicu utama ambruknya indeks ke level di bawah 6.000.
Kinerja Sektor dan Perbandingan Bursa Global
Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia terpantau rontok tanpa terkecuali. Sektor barang baku menjadi yang paling menderita dengan koreksi mencapai 9,31 persen.
Kondisi pasar domestik ini berbanding terbalik dengan beberapa bursa di kawasan Asia yang justru menguat. Namun, tren pelemahan serupa juga terlihat pada sebagian besar bursa di Eropa.
Tabel berikut merangkum performa indeks saham di berbagai belahan dunia:
| Wilayah | Indeks Saham | Kinerja Perubahan |
|---|---|---|
| Asia | Nikkei 225 (Jepang) | Naik 2,50% |
| Asia | Straits Times (Singapura) | Naik 0,73% |
| Asia | Shanghai Composite (China) | Naik 0,22% |
| Asia | Hang Seng (Hong Kong) | Turun 1,56% |
| Eropa | DAX (Jerman) | Turun 0,69% |
| Eropa | FTSE 100 (Inggris) | Turun 0,20% |
| Amerika Serikat | Dow Jones | Naik 0,45% |
| Amerika Serikat | S&P 500 | Naik 0,13% |
Tabel di atas memperlihatkan kontras antara pasar Amerika Serikat yang menghijau dengan bursa lokal yang mengalami tekanan jual. Bursa AS seperti S&P 500 dan NASDAQ kompak menguat tipis saat indeks domestik justru terpuruk.
Penurunan IHSG yang sangat dalam ini menjadi perhatian serius bagi para investor. Situasi pasar tetap dinamis seiring dengan fluktuasi ekonomi global yang memengaruhi pergerakan modal di pasar berkembang.