Hukum Sholat Maghrib Saat Azan Isya Berkumandang Menurut Ulama

Hukum Sholat Maghrib Saat Azan Isya Berkumandang Menurut Ulama
Foto: Ilustrasi Hukum Sholat Maghrib Saat Azan Isya Berkumandang Menurut Ulama.

Umat Islam terkadang menghadapi situasi harus melaksanakan ibadah di waktu yang sangat terbatas. Muncul pertanyaan mengenai keabsahan sholat Maghrib yang baru dimulai sesaat sebelum masuknya waktu Isya, terutama jika azan Isya terdengar di tengah pengerjaan rakaat.

Dilansir dari Detikcom, sebuah ibadah sholat tetap dipandang sah dan dikerjakan tepat pada waktunya apabila seseorang masih sempat mendapatkan minimal satu rakaat secara sempurna. Ketentuan ini merujuk pada penjelasan dalam buku Panduan Shalat Lengkap yang disusun oleh Sa'id bin Wahaf Al-Qathani.

Artinya, jika satu rakaat pertama selesai dilaksanakan sebelum waktu Isya benar-benar masuk, maka ibadah tersebut tidak tergolong sebagai qadha atau pengganti. Hal tersebut ditegaskan melalui dasar hukum yang kuat dari hadits Rasulullah SAW.

Pedoman mengenai batasan waktu ini bersandar pada riwayat Abu Hurairah RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW memberikan penjelasan mengenai batas waktu pengerjaan sholat fardu bagi umat Muslim.

"Barangsiapa mendapatkan satu rakaat sholat Subuh sebelum matahari terbit berarti dia telah mendapatkan sholat Subuh (secara penuh). Dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat Ashar sebelum matahari terbenam berarti dia telah mendapatkan sholat Ashar (sepenuhnya)." (Muttafaqun 'alaih)

Dikutip dari buku Ibadah Shalat Fardhu, Tuntunan dan Kesempurnaannya karya Sayid Sabiq, prinsip dalam hadits tersebut berlaku secara umum untuk seluruh jenis sholat fardu lainnya. Selain itu, terdapat riwayat dari Imam Bukhari yang memperkuat argumen tersebut.

ÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘Ä┘â┘Ä Ïú┘ÄÏ¡┘ÄÏ»┘Å┘â┘Å┘à┘Æ Ï│┘Äϼ┘ÆÏ»┘ÄÏ®┘ï ┘à┘É┘å┘Æ ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϮ┘É Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏÁ┘ÆÏ▒┘É ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘ÄÏ║┘ÆÏ▒┘ÅÏ¿┘Ä Ïº┘äÏ┤┘æ┘Ä┘à┘ÆÏ│┘Å ┘ü┘Ä┘ä┘Æ┘è┘ÅϬ┘É┘à┘æ┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϬ┘Ä┘ç┘Å Ïî ┘ê┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘Ä┘â┘Ä Ï│┘Äϼ┘ÆÏ»┘ÄÏ®┘ï ┘à┘É┘å┘Æ ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϮ┘É Ïº┘äÏÁ┘æ┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘É ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘ÄÏÀ┘Æ┘ä┘ÅÏ╣┘Ä Ïº┘äÏ┤┘æ┘Ä┘à┘ÆÏ│┘Å ┘ü┘Ä┘ä┘Æ┘è┘ÅϬ┘É┘à┘æ┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϬ┘Ä┘ç┘Å

Artinya: "Jika salah seorang di antara kamu mendapatkan satu sujud dari sholat Ashar sebelum terbenamnya matahari, maka hendaklah dia menyempurnakan sholatnya dan jika mendapatkan satu sujud dari sholat Subuh sebelum terbitnya matahari, maka hendaklah dia menyempurnakan sholatnya." (HR Bukhari)

Batasan Larangan Menunda Ibadah

Meskipun secara hukum dianggap tetap sah, para ulama memberikan catatan tegas mengenai perilaku menunda-nunda ibadah. Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz dalam kitab ar-Raudh al-Murabba' memberikan penekanan terkait aspek kesengajaan dalam mengakhirkan waktu.

Beliau menyebutkan bahwa seseorang berdosa jika dengan sengaja mengulur waktu hingga mendekati batas akhir. Kewajiban seorang mukmin adalah menjaga ketepatan waktu sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 103.

┘ü┘ÄϺ┘ÉÏ░┘ÄϺ ┘é┘ÄÏÂ┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Å┘à┘ŠϺ┘äÏÁ┘æ┘Ä┘ä┘░┘êÏ®┘Ä ┘ü┘ÄϺÏ░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä ┘é┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ïϺ w┘æ┘Ä┘é┘ÅÏ╣┘Å┘ê┘ÆÏ»┘ïϺ w┘æ┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘░┘ë ϼ┘Å┘å┘Å┘ê┘ÆÏ¿┘É┘â┘Å┘à┘Æ █Ü ┘ü┘ÄϺ┘ÉÏ░┘ÄϺ ϺÏÀ┘Æ┘à┘ÄÏú┘Æ┘å┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ü┘ÄϺ┘Ä┘é┘É┘è┘Æ┘à┘Å┘êϺ Ϻ┘äÏÁ┘æ┘Ä┘ä┘░┘êÏ®┘Ä █Ü Ïº┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘äÏÁ┘æ┘Ä┘ä┘░┘êÏ®┘Ä ┘â┘ÄϺ┘å┘ÄϬ┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘Æ┘å┘Ä ┘â┘ÉϬ┘░Ï¿┘ïϺ ┘à┘æ┘Ä┘ê┘Æ┘é┘Å┘ê┘ÆÏ¬┘ïϺ

Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."

Ringkasnya, pengerjaan sholat Maghrib yang beririsan dengan suara azan Isya sah selama rukun satu rakaat terpenuhi sebelum pergantian waktu. Namun, apabila satu rakaat pun belum tercapai, maka status ibadah tersebut beralih menjadi sholat qadha.

Artikel terkait

Rekomendasi