Huawei Luncurkan Panduan Kebutuhan Tenaga Kerja Digital Masa Depan

Huawei Luncurkan Panduan Kebutuhan Tenaga Kerja Digital Masa Depan
Foto: Ilustrasi Huawei Luncurkan Panduan Kebutuhan Tenaga Kerja Digital Masa Depan.

Kebutuhan kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT) mengalami perubahan besar. Hal ini dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta transformasi digital secara global.

Industri kini memerlukan peta pengembangan talenta yang lebih selaras dengan tuntutan dunia kerja masa depan. Fokus utamanya mencakup keahlian di bidang AI, cloud computing, infrastruktur jaringan, hingga internet of things (IoT).

Menanggapi pergeseran tersebut, Huawei berkolaborasi dengan IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium. Mereka meluncurkan white paper berjudul ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World seperti dikutip dari Industri.

Dokumen strategis tersebut berfungsi memetakan lanskap kebutuhan tenaga kerja digital. Berdasarkan laporan tersebut, diprediksi akan tercipta 36 juta posisi pekerjaan baru pada tahun 2030 mendatang.

Pekerjaan baru tersebut sangat bergantung pada penguasaan teknologi AI dan keamanan siber. White paper ini dirancang menjadi panduan bagi universitas dalam menyusun kurikulum pendidikan yang relevan dengan pasar kerja global.

Langkah penguatan talenta digital ini sejalan dengan agenda transformasi di kawasan Asia Tenggara. Dukungan terhadap ekosistem regional diperkuat melalui implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Kesepakatan tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak nilai ekonomi digital ASEAN hingga menyentuh angka US$ 2 triliun pada 2030. Upaya ini juga melibatkan kerja sama intensif antara Huawei dan ASEAN Foundation.

Kolaborasi keduanya tidak terbatas pada ajang kompetisi, tetapi juga merambah ke pemberdayaan ekosistem startup. Melalui portal Startup ASEAN, lebih dari 10.000 perusahaan rintisan kini dapat saling terhubung dalam satu jaringan.

Momentum peluncuran white paper ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan Huawei ICT Competition APAC ke-10 yang diselenggarakan di Jakarta. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan teknologi mereka.

"Pada penyelenggaraan ke-10 ini, kami berharap menghadirkan dampak yang lebih besar dengan terus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mendukung lahirnya generasi talenta digital berikutnya di kawasan Asia Pasifik," kata Peter Pan, Vice President Huawei Asia Pasifik.

Artikel terkait

Rekomendasi