Rencana liburan santai seorang wanita berusia 28 tahun asal India bersama suaminya di Thailand berubah menjadi petaka kesehatan. Perjalanan yang awalnya bertujuan untuk melepas penat dari rutinitas harian tersebut justru berujung pada kondisi medis kritis, seperti dilansir dari Detik Health.
Gejala awal mulai dirasakan pasien berupa kelelahan hebat secara mendadak saat berada di pantai pada suatu sore. Gejala tersebut kemudian diikuti dengan munculnya rasa mual dan demam ringan.
Awalnya, wanita itu mengira kondisinya hanya kelelahan biasa dan memilih beristirahat di hotel. Namun, keesokan harinya kondisi kesehatan pasien menurun drastis yang ditandai dengan penurunan tekanan darah secara ekstrem, tubuh sulit digerakkan, hingga sesak napas.
Menyadari situasi yang memburuk, sang suami langsung membawa istrinya kembali ke India untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Pasien segera dilarikan ke UGD Rumah Sakit Manipal di Old Airport Road, Bangalore.
Pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis menunjukkan bahwa pasien mengidap infeksi hepatitis A. Virus ini memicu penurunan fungsi hati yang cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada organ tubuh lainnya, sehingga pasien harus dipasang ventilator di ruang ICU.
"Meskipun kami telah berupaya menstabilkan kondisinya, tekanan darahnya tetap tidak terkontrol dengan baik, sehingga kami terpaksa menggunakan obat-obatan kuat, termasuk inotropik, untuk membantu menjaga sirkulasi dan mendukung fungsi organ vital," jelas Konsultan Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Manipal, Dr Mohammed Fahad Khan.
"Pada saat yang sama, ginjalnya mulai gagal berfungsi, menyebabkan cedera ginjal akut stadium 3, dan ia mulai menjalani terapi penggantian ginjal berkelanjutan (CRRT), bentuk dialisis khusus untuk pasien yang sakit kritis. Selain itu, ia mengalami anemia berat dan membutuhkan beberapa transfusi darah," lanjutnya, dikutip dari Times of India.
Kondisi Gagal Organ Total dan Pemulihan
Infeksi tersebut menyebabkan pasien mengalami kegagalan organ total, di mana hati kehilangan fungsinya dan ginjal berhenti bekerja. Kondisi kritis ini memerlukan penanganan multidisiplin yang melibatkan spesialis intensive care hingga gastroenterologi.
Tim dokter yang terdiri dari Dr Adarsh Kulkarni, Dr Sunil Karanth, dan Dr Raj Vigna Venugopal bekerja intensif melakukan penyelamatan. Melalui penanganan berkelanjutan, tekanan darah pasien perlahan stabil dan alat bantu napas berhasil dilepas.
Fungsi organ hati serta ginjal pasien dilaporkan membaik secara bertahap. Setelah melewati masa kritis, wanita tersebut kini telah dinyatakan selamat dan dapat kembali beraktivitas normal.