Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Per Gram 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Per Gram 2026
Foto: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Per Gram 2026. (Illustration by Pexels)

Memasuki awal bulan Juni 2026, harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com pada Senin (1/6/2026), harga logam mulia Antam tersebut masih bertahan di angka Rp2,799 juta untuk setiap gramnya.

Kondisi stagnan ini juga terjadi pada harga beli kembali atau harga buyback yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut kepada para investor.

Harga buyback emas Antam saat ini dipatok senilai Rp2,609 juta per gram, yang menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali koleksi emasnya.

Penerapan harga beli kembali ini merujuk pada regulasi pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017 mengenai pajak transaksi emas.

Perlu diketahui bahwa transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan Pajak Penghasilan (PPh) 22.

Besaran pajak yang dikenakan adalah sebesar 1,5 persen bagi nasabah yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat melakukan transaksi.

Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki atau tidak melampirkan NPWP, akan dikenakan potongan pajak yang lebih tinggi, yakni sebesar tiga persen.

Daftar Lengkap Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Berikut adalah rincian harga emas batangan berdasarkan pecahan yang tersedia di butik emas resmi pada hari ini:

Ukuran Emas Harga Jual (Rp)
0,5 Gram 1.449.000
1 Gram 2.799.000
2 Gram 5.538.000
3 Gram 8.282.000
5 Gram 13.770.000
10 Gram 27.485.000
25 Gram 67.587.000
50 Gram 137.090.000
100 Gram 274.112.000
250 Gram 685.000.000
500 Gram 1.360.000.000
1.000 Gram 2.730.000.000

Data di atas menunjukkan keberagaman pilihan investasi mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran terbesar yaitu 1 kilogram bagi investor besar.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar emas global dan nilai tukar mata uang, sehingga investor disarankan selalu memantau pembaruan harga harian.

Emas Sebagai Pelindung Nilai dan Aset Jangka Panjang

Emas hingga saat ini masih dipandang sebagai instrumen yang sangat efektif untuk melakukan diversifikasi atau pembagian portofolio investasi agar lebih aman.

Salah satu kelebihannya adalah nilai logam mulia ini sering kali bergerak berlawanan arah dengan aset investasi populer lainnya seperti saham atau properti.

Ketika kondisi pasar modal sedang mengalami tekanan atau harga properti cenderung melambat, nilai emas biasanya justru akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Fenomena ini tentu memberikan rasa aman bagi para investor karena total nilai kekayaan mereka tidak akan jatuh secara keseluruhan saat terjadi krisis ekonomi.

Mengutip ulasan dari MoneyWeek, emas dapat diibaratkan sebagai "asuransi" bagi portofolio investasi seseorang di tengah ketidakpastian pasar finansial global.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi setiap investor untuk mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari total aset mereka ke dalam bentuk investasi emas.

Karakteristik Investasi Emas bagi Tipe Investor Konservatif

Investasi pada logam mulia emas sering kali menjadi pilihan utama, khususnya bagi mereka yang memiliki profil risiko sebagai investor konservatif.

Selain proses transaksinya yang mudah dipahami, risiko yang ada pada emas dinilai jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan fluktuasi tajam di pasar saham.

Meskipun begitu, para calon investor harus tetap memahami tujuan utama mereka sebelum mulai membeli emas batangan dalam jumlah yang banyak.

Emas sangat tidak disarankan untuk investasi jangka pendek karena adanya selisih harga (spread) yang cukup lebar antara harga beli dan harga jual kembali.

Jika Anda memaksakan untuk melakukan jual-beli emas dalam waktu yang terlalu singkat, risiko kerugian akibat biaya transaksi dan spread akan jauh lebih besar.

Oleh karena itu, dibutuhkan kebijaksanaan dalam menyusun strategi investasi agar hasil yang didapatkan di masa depan sesuai dengan harapan finansial Anda.

Artikel terkait

Rekomendasi