Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2026 Stagnan, Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari

Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2026 Stagnan, Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari
Foto: Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2026 Stagnan, Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

Harga jual logam mulia yang dirilis oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari Minggu, 31 Mei 2026. Berdasarkan informasi resmi dari laman Logam Mulia, harga emas batangan saat ini tetap berada di angka Rp 2.799.000 per gram.

Stabilitas harga ini melanjutkan tren dari hari sebelumnya yang juga dibanderol pada level yang sama. Situasi ekonomi global serta ketidakpastian geopolitik disinyalir masih menjadi alasan utama mengapa masyarakat terus memilih emas sebagai instrumen lindung nilai atau aset yang aman (safe haven).

Selain harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga dilaporkan tidak bergeser dari posisi sebelumnya. Harga buyback hari ini tertahan di angka Rp 2.609.000 per gram, yang merupakan harga acuan jika pemilik emas ingin menjual kembali koleksinya ke Antam.

Sebagai catatan historis, harga emas Antam pernah menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 29 Januari 2026 silam. Kala itu, harga emas meroket hingga mencapai Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback yang juga sangat tinggi di angka Rp 2.989.000 per gram.

Data mengenai harga emas ini diambil langsung dari unit bisnis pengolahan dan pemurnian Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk. Hal ini menjamin bahwa seluruh informasi harga yang disajikan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan bisa dipercaya oleh masyarakat umum.

Rincian Harga Emas Batangan Antam

Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam dalam berbagai ukuran untuk edisi Minggu, 31 Mei 2026:

Ukuran Emas Harga Nominal (Rp)
0,5 Gram 1.449.500
1 Gram 2.799.000
2 Gram 5.548.000
3 Gram 8.304.000
5 Gram 13.810.000
10 Gram 27.540.000
25 Gram 68.685.000
50 Gram 137.205.000
100 Gram 274.260.000
250 Gram 685.340.000
500 Gram 1.370.400.000
1.000 Gram 2.739.600.000

Daftar harga di atas menunjukkan variasi nilai mulai dari ukuran terkecil hingga batangan satu kilogram yang tersedia di butik emas Antam. Harga tersebut merupakan harga dasar yang berlaku di lokasi distribusi resmi perusahaan pertambangan milik negara tersebut.

Dinamika Pergerakan Harga Emas di Pasar Global

Beralih ke pasar internasional, harga emas dunia menunjukkan performa yang cukup solid dengan penguatan dalam dua hari berturut-turut pada Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh kabar mengenai potensi kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun menguat di akhir pekan, secara keseluruhan harga emas dunia masih dibayangi oleh tren penurunan bulanan. Kekhawatiran pasar terhadap angka inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi beban utama bagi pergerakan emas global.

Berdasarkan data dari CNBC, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce. Sebelumnya, pada hari Kamis di pekan yang sama, harga emas sempat tergelincir ke level terendah dalam dua bulan terakhir yakni US$ 4.356,76 per ounce.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga terpantau naik 0,4 persen ke posisi US$ 4.550. Pergerakan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara sentimen positif dari isu geopolitik dan tekanan makroekonomi dari bank sentral.

Logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi, di mana harga perak spot justru turun 0,2 persen menjadi US$ 75,51 per ounce. Di sisi lain, harga platinum terpantau stabil di angka US$ 1.923,55, sedangkan paladium naik tipis 0,6 persen ke level US$ 1.375,57.

Kabar mengenai kesepakatan AS-Iran yang beredar menyebutkan adanya usulan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan. Kesepakatan ini juga mencakup poin penting mengenai pencabutan pembatasan pengiriman komoditas melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Namun, hingga saat ini Presiden AS Donald Trump dilaporkan belum secara resmi memberikan persetujuan terhadap draf perjanjian tersebut. Pihak media pemerintah Iran pun memberikan pernyataan serupa bahwa dokumen kesepakatan tersebut belum mencapai tahap finalisasi.

Philip Streible, selaku Chief Market Strategist di Blue Line Futures, memberikan pandangan bahwa emas saat ini sedang memantul dari level dukungan teknis utama. Optimisme terkait gencatan senjata ini turut menekan harga minyak bumi dan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Pelemahan indeks dolar AS biasanya memberikan keuntungan bagi emas karena membuat logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain. Harga minyak dunia yang diprediksi turun dalam sepekan juga turut memberikan sentimen positif bagi stabilitas harga emas batangan.

Namun, Streible mengingatkan bahwa kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka panjang kemungkinan besar masih akan tetap dipertahankan oleh otoritas moneter. Hal ini dikarenakan potensi gangguan pada infrastruktur energi tetap ada, yang bisa memicu kenaikan harga minyak sewaktu-waktu.

Dampak Inflasi dan Permintaan Emas di Asia

Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Amerika Serikat meningkat cukup tajam pada bulan April dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini banyak dipengaruhi oleh naiknya harga energi akibat konflik yang melibatkan Iran beberapa waktu lalu.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa bank sentral Amerika Serikat atau The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga di level saat ini hingga tahun depan. Tingginya suku bunga menjadi tantangan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang bagi investor yang menyimpan aset tanpa imbal hasil bunga.

Secara kumulatif, harga emas di pasar spot telah terkoreksi lebih dari 2 persen sepanjang bulan ini akibat tekanan moneter tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap arah kebijakan The Fed terkait pengendalian inflasi domestik AS.

Di kawasan Asia, permintaan terhadap emas fisik di India dilaporkan masih cenderung lesu dan belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Tingginya harga jual lokal yang ditambah dengan beban bea impor menjadi faktor utama yang menghambat minat beli konsumen di sana.

Beberapa faktor penting yang mempengaruhi lesunya permintaan emas di pasar utama Asia meliputi:

  • Harga emas domestik yang tetap bertahan di level tinggi sehingga memberatkan daya beli konsumen ritel.
  • Adanya kebijakan bea masuk atau pajak impor yang meningkatkan harga jual akhir di toko-toko perhiasan.
  • Sikap hati-hati dari investor di China yang menyebabkan penyempitan premi harga di pasar konsumen terbesar dunia tersebut.
  • Kondisi ekonomi global yang membuat masyarakat lebih memilih menahan uang tunai untuk kebutuhan mendesak.

Emas sendiri merupakan elemen kimia dengan simbol Au dan nomor atom 79 yang telah lama menjadi simbol kemakmuran dalam berbagai budaya. Di India, misalnya, membeli emas pada hari raya seperti Akshaya Tritiya dianggap sebagai langkah mendatangkan keberuntungan dan kesuksesan finansial.

Pergerakan harga yang fluktuatif namun stabil di akhir pekan ini mencerminkan dinamika antara kekuatan pasar fisik dan pengaruh spekulasi di bursa berjangka. Para pelaku pasar kini menanti kepastian lebih lanjut dari kesepakatan diplomatik internasional yang dapat mengubah arah harga dalam waktu dekat.

Artikel terkait

Rekomendasi