Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menghidupkan kembali konsep sekolah unggulan melalui program Sekolah Maung (Manusia Unggul). Program strategis ini bertujuan mengembalikan reputasi sekolah negeri sebagai kawah candradimuka bagi siswa-siswa berprestasi di Jawa Barat, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sebanyak 41 sekolah yang terdiri dari 28 SMAN dan 13 SMKN telah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi Sekolah Maung mulai Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah-sekolah ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa penentuan 41 sekolah tersebut dilakukan secara selektif berdasarkan usulan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di wilayah masing-masing.
"Pemilihan dilakukan berdasarkan usulan dari cabang dinas. Mereka yang lebih mengetahui kondisi di lingkungannya masing-masing, kemudian data tersebut kami tampung dan validasi," ujar Purwanto dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).
Untuk wilayah Bekasi, terdapat tiga sekolah yang telah ditetapkan masuk dalam kategori Sekolah Maung, yaitu SMAN 1 Kota Bekasi, SMAN 2 Tambun Selatan (Kabupaten Bekasi), dan SMKN 2 Kota Bekasi.
Sistem Seleksi: Tanpa Zonasi, Fokus Prestasi
Perbedaan mendasar antara Sekolah Maung dengan sekolah reguler terletak pada mekanisme penerimaan siswa. Sekolah Maung tidak akan menerapkan sistem zonasi atau jalur domisili. Sebagai gantinya, sekolah kategori ini akan memprioritaskan jalur prestasi secara penuh.
Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Sekolah Maung juga akan dimulai lebih awal, yakni pada 25-29 Mei 2026.
"Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler. Seleksi murni dilakukan melalui SPMB," tegas Purwanto.
Seleksi tersebut mengacu pada nilai rapor semester 1-5 dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tidak ada tes tambahan lainnya di luar ketentuan tersebut.
Misi Inklusivitas dan Kualitas
Purwanto menambahkan bahwa program ini bukan sekadar mengejar prestise, melainkan membawa misi inklusivitas. Sekolah Maung diharapkan menjadi solusi bagi siswa cerdas dari keluarga ekonomi lemah agar tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada sekolah swasta yang mahal.
"Kami ingin mengembalikan sekolah-sekolah yang dulu dibanggakan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat. Ini adalah alternatif bagi mereka yang berprestasi agar bisa dilayani dengan standar terbaik di sekolah negeri," ujar Purwanto.
Dengan skema baru ini, persaingan masuk ke sekolah-sekolah favorit di Jawa Barat dipastikan akan berbasis pada kompetensi akademik dan prestasi non-akademik yang terukur melalui nilai rapor dan TKA.