GOTO Buka Suara soal Saham Dibekukan MSCI dan FTSE Russell 2026, Ini Faktanya

GOTO Buka Suara soal Saham Dibekukan MSCI dan FTSE Russell 2026, Ini Faktanya
Foto: GOTO Buka Suara soal Saham Dibekukan MSCI dan FTSE Russell 2026, Ini Faktanya. (Illustration by Pexels)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait dinamika pasar modal yang menimpa saham mereka baru-baru ini. Perusahaan merespons pembekuan saham oleh MSCI serta penghapusan dari daftar FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Selain perubahan pada indeks global, GOTO juga menanggapi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memindahkan saham perusahaan. Saat ini, posisi GOTO telah beralih dari Papan Ekonomi Baru menuju Papan Pengembangan.

Penjelasan GOTO Terkait Penyesuaian Indeks

Manajemen GOTO menegaskan bahwa rentetan kejadian tersebut tidak merepresentasikan performa bisnis perusahaan secara nyata. Kondisi ini dipandang lebih sebagai dinamika teknis yang terjadi di pasar modal.

Head of Investor Relations GOTO, Joel Ellis, menyatakan bahwa perubahan posisi ini merupakan dampak dari penyesuaian administratif semata. Hal tersebut merujuk pada kriteria kuantitatif tertentu yang ditetapkan oleh penyedia indeks terkait.

Berikut adalah poin-poin klarifikasi dari pihak GOTO mengenai perubahan status saham mereka:

  • Kriteria BEI: Perpindahan ke Papan Pengembangan terjadi karena perusahaan belum memenuhi ambang batas pertumbuhan tahunan (CAGR) pendapatan bersih minimal 20 persen selama tiga tahun terakhir.
  • Pembekuan MSCI: Keputusan MSCI dipicu oleh kendala likuiditas perdagangan, terutama akibat batasan harga minimum saham atau fenomena saham "gocap" di level Rp50.
  • Operasional Bisnis: Manajemen memastikan bahwa perubahan indeks ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas harian maupun strategi jangka panjang perusahaan.
  • Kinerja Fundamental: Segala penyesuaian tersebut diklaim tidak mencerminkan nilai fundamental bisnis GOTO yang diklaim tetap berada di jalur positif.

Klarifikasi ini bertujuan memberikan keyakinan kepada publik bahwa penurunan status di bursa tidak berbanding lurus dengan kondisi keuangan internal. Perusahaan tetap optimis dalam menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Capaian Keuangan dan Target Masa Depan

Meski menghadapi tantangan di pasar saham, GOTO melaporkan pencapaian sejarah baru pada kuartal pertama tahun 2026. Untuk pertama kalinya, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar.

Keberhasilan ini disokong oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai angka Rp5,3 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ringkasan indikator performa keuangan GOTO tahun 2026 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Indikator Keuangan Nilai Capaian / Target Keterangan Kinerja
Laba Bersih Kuartal I Rp171 Miliar Laba kuartalan perdana dalam sejarah perusahaan.
Pendapatan Bersih Rp5,3 Triliun Tumbuh 26 persen dibandingkan tahun lalu.
Target EBITDA Grup Rp3,2 - Rp3,4 Triliun Proyeksi setahun penuh dengan efisiensi yang ketat.
Peningkatan EBITDA 60 Persen Target kenaikan performa dibanding tahun sebelumnya.

Data di atas memperlihatkan bahwa fokus GOTO saat ini beralih pada upaya menjaga profitabilitas secara berkelanjutan. Perusahaan tetap optimis bisa mencapai target EBITDA yang telah disesuaikan untuk sepanjang tahun berjalan.

Joel Ellis menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa fokus utama GOTO tetap pada pertumbuhan yang disiplin. Langkah ini diambil guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi