Google menyepakati pembayaran penyelesaian gugatan class-action senilai USD 135 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun pada Januari 2026, setelah muncul tuduhan sistem operasi Android mengirimkan data tanpa izin pengguna di Amerika Serikat. Kompensasi ini menyasar jutaan pemilik perangkat yang menggunakan jaringan seluler untuk internet sejak 12 November 2017.
Dilansir dari Detik iNET, gugatan yang pertama kali diajukan pada tahun 2020 tersebut menyoroti dugaan transfer data otomatis oleh platform Android. Aktivitas pengiriman data ini dikabarkan tetap berlangsung meskipun perangkat dalam kondisi diam, aplikasi ditutup, atau ponsel sedang tidak digunakan oleh pemiliknya.
Tindakan sistemik tersebut dinilai telah merugikan konsumen secara finansial karena mengonsumsi kuota data seluler yang telah dibayar oleh pengguna tanpa adanya transparansi. Dokumen gugatan Taylor v. Google LLC merinci bagaimana mekanisme internal perangkat bekerja secara otomatis untuk keperluan pengiriman informasi tersebut.
"Google memprogram perangkat Android secara diam-diam agar terus-menerus mengirimkan informasi pengguna ke Google secara real-time, dan dengan demikian merampas data seluler berharga yang telah dibeli oleh pengguna," demikian bunyi gugatan tersebut yang dikutip detikINET dari CBS.
Meskipun Google telah menyetujui nilai penyelesaian sebesar USD 135 juta, raksasa teknologi tersebut tetap tidak mengakui adanya kesalahan dalam sistem mereka. Saat ini, situs resmi penyelesaian gugatan telah aktif untuk memproses klaim dari para pengguna yang terdampak di wilayah Amerika Serikat.
Estimasi jumlah penerima dana ganti rugi ini mencapai 100 juta orang, yang menyebabkan nominal yang diterima setiap individu diprediksi akan berjumlah kecil. Dana total tersebut nantinya masih harus dikurangi biaya pengacara, beban perkara, pajak, serta biaya operasional administrasi lainnya sebelum dibagikan.
Warga Amerika Serikat yang memenuhi kriteria akan menerima surat pemberitahuan melalui pos atau email, namun administrator penyelesaian akan tetap mengupayakan pembayaran bagi pengguna yang memenuhi syarat meskipun data pembayaran tidak dimasukkan secara manual. Proses ini hanya berlaku bagi pengguna Android di wilayah kedaulatan Amerika Serikat.