Dokter Paru Ungkap Gejala Pneumonia pada Pasien Campak

Dokter Paru Ungkap Gejala Pneumonia pada Pasien Campak
Foto: Ilustrasi Dokter Paru Ungkap Gejala Pneumonia pada Pasien Campak.

Dokter spesialis paru, Prof Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), memperingatkan masyarakat mengenai risiko komplikasi pneumonia pada pasien campak dalam sebuah temu media daring pada Senin (20/4/2026). Penyakit campak yang sering dianggap ringan dapat berkembang menjadi infeksi paru serius jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis.

Kondisi sesak napas menjadi indikator utama yang perlu diperhatikan oleh keluarga pasien. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Health, gangguan ini dapat dikenali melalui pengamatan visual terhadap upaya bernapas pasien yang tidak lagi berjalan otomatis atau terlihat terengah-engah.

"Bisa melihat napasnya. Orang normal, yang tidak sakit itu kita melihat dia upaya bernapas, karena itu terjadi otomatis. Tapi kalau terlihat terengah-engah atau napasnya lebih cepat, ini adalah sesak napas," kata dr Erlina dalam temu media daring, Senin (20/4/2026).

Erlina menjelaskan lebih lanjut mengenai tanda fisik tambahan yang muncul saat pasien mengalami kesulitan bernapas. Hal ini mencakup pergerakan cuping hidung serta adanya tarikan pada otot dinding dada saat pasien mencoba menghirup udara.

"Kalau dia sampai terlihat melakukan effort untuk bernapas, ini artinya dia sesak napas. Apalagi kalau kita lakukan pemeriksaan, dinding dadanya itu terlihat ada yang tertarik atau dia bernapas dengan cuping," sambung Erlina.

Peningkatan intensitas batuk juga menjadi salah satu ciri perkembangan komplikasi pneumonia. Meski demikian, Erlina menekankan bahwa evaluasi dari tenaga kesehatan profesional di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sangat diperlukan untuk menentukan langkah perawatan selanjutnya.

"Anda harus mencari advice atau pergi ke fasyankes untuk dipastikan ini perlu dirawat atau tidak," kata Erlina.

Masyarakat dapat melakukan deteksi dini secara mandiri dengan memantau frekuensi napas dan kadar saturasi oksigen menggunakan alat ukur di rumah. Penggunaan stetoskop oleh dokter biasanya akan menemukan suara ronki jika jaringan paru telah terserang infeksi.

"Kalau pneumonia karena yang diserang adalah jaringan paru, hitung frekuensi napasnya. Kalau dokter mungkin bisa pakai stetoskop biasanya akan terdengar ronki," kata Erlina.

Beberapa poin kritis lainnya yang menandai komplikasi ini meliputi kondisi pasien yang mulai sulit makan atau minum serta tampak semakin lemas. Gejala demam dan batuk yang semakin berat di fase awal infeksi campak juga menjadi peringatan penting bagi keluarga untuk segera mencari bantuan medis.

Artikel terkait

Rekomendasi