Seorang wanita bermarga Chen di Xiamen, China, mengalami kondisi medis langka yang menyebabkannya tidak mampu mendengar suara laki-laki. Kejadian ini bermula saat ia menyadari tidak bisa menangkap suara kekasihnya setelah bangun dari tidur.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pasien menderita gangguan pendengaran lereng terbalik atau reverse slope hearing loss. Dilansir dari Wolipop, kondisi ini membuat penderitanya kesulitan mendengar suara dengan frekuensi rendah, yang merupakan karakteristik umum dari suara pria.
Meskipun suara pria terdengar samar atau menghilang, Chen dilaporkan masih dapat mendengar suara perempuan atau bunyi lain yang bernada tinggi dengan normal. Fenomena ini berkaitan erat dengan grafik audiogram pasien yang menunjukkan pola penurunan pada pendengaran frekuensi rendah.
Berdasarkan data medis, gangguan ini tidak secara eksklusif terbatas pada jenis kelamin tertentu, melainkan pada tinggi rendahnya nada suara. Pria dengan suara bernada tinggi kemungkinan masih bisa didengar, sementara wanita dengan suara berat akan terdengar samar bagi penderita.
Selain suara manusia, penderita kondisi ini juga kerap kesulitan mendengar bunyi frekuensi rendah lainnya seperti dentuman musik bass atau gemuruh petir dari kejauhan. Gejala gangguan ini seringkali tidak disadari secara instan karena hilangnya pendengaran frekuensi rendah biasanya terjadi perlahan.
Penyebab munculnya gangguan pendengaran ini beragam, mulai dari faktor penyakit Meniere, infeksi virus, gangguan ginjal, hingga perubahan tekanan pada area otak. Penggunaan alat bantu dengar menjadi salah satu solusi medis yang disarankan dokter untuk meningkatkan kualitas hidup pasien pada kasus yang bersifat permanen.