FEB Universitas Mercu Buana Berdayakan Ekonomi Sirkular di Cilebut Timur

FEB Universitas Mercu Buana Berdayakan Ekonomi Sirkular di Cilebut Timur
Foto: Ilustrasi FEB Universitas Mercu Buana Berdayakan Ekonomi Sirkular di Cilebut Timur.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kawasan KRL Berseni RW 14, Desa Cilebut Timur, Bogor. Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, kegiatan ini mengangkat fokus pada pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis komunitas melalui penguatan literasi usaha hijau.

Langkah akademik ini menjadi wujud nyata kontribusi dalam menyokong pembangunan ekonomi masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, serta ramah lingkungan. Penerapan konsep ekonomi sirkular dinilai menjadi jawaban strategis dalam mengoptimalkan efisiensi sumber daya, meminimalkan limbah, dan membuka lini usaha baru di tengah pergeseran pola ekonomi global.

Tim dosen FEB Universitas Mercu Buana terjun langsung memberikan pendampingan dan edukasi mengenai pentingnya praktik usaha hijau (green business). Edukasi ini mengarahkan pelaku usaha agar tidak sekadar mengejar keuntungan materi, melainkan tetap menjaga kelestarian alam dan keseimbangan sosial.

Agenda ini berjalan interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif dari warga, pelaku usaha mikro lokal, komunitas peduli lingkungan, serta tokoh masyarakat. Seluruh peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan limbah bernilai ekonomis, penguatan kewirausahaan hijau, hingga strategi bisnis komunitas yang adaptif.

Tim PKM Universitas Mercu Buana ini beranggotakan Prof. Dr. Augustina Kurniasi, Prof. Dr. Setyo Riyanto, Dr. Rina Astini, Dr. Daru Asih, Dr. M. Ali Iqbal, Dr. Asep Risman, Dr. M. Soelton, Dr. Eddy Nugroho, dan Dr. Sugiyono. Mereka menegaskan bahwa penguatan literasi bisnis ramah lingkungan menjadi pilar penting bagi ketahanan ekonomi masa depan.

"Ekonomi sirkular bukan hanya berbicara mengenai pengelolaan sampah atau daur ulang semata, tetapi tentang bagaimana masyarakat mampu menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada secara berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat bahwa usaha hijau memiliki prospek ekonomi yang besar sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan," ujar Prof Dr Agustina.

Prof. Dr. Augustina Kurniasi menambahkan bahwa pelibatan basis komunitas sangat krusial karena warga bertindak sebagai motor utama penggerak transformasi sosial dan ekonomi setempat. Kemitraan antara kampus dan masyarakat ini diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi lokal untuk menggerakkan roda ekonomi sekaligus merawat lingkungan.

Sinergi Menuju Target Pembangunan Berkelanjutan

Selain pemaparan materi, kegiatan tersebut membuka ruang diskusi guna mengurai tantangan yang dihadapi warga dalam menggerakkan usaha mikro dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Sesi bertukar pengalaman ini disambut antusias oleh peserta karena dinilai menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Program ini dirancang selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin pertumbuhan ekonomi inklusif, metode konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pemantapan komunitas berkelanjutan. Literasi bisnis hijau ini diharapkan mencetak masyarakat yang tidak hanya menjadi pelaku pasar, melainkan agen perubahan demi lingkungan sosial-ekonomi yang sehat.

Manajemen FEB Universitas Mercu Buana memandang perguruan tinggi memegang posisi strategis sebagai jembatan pengetahuuan dan teknologi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini akan terus digulirkan secara berkala sebagai wadah penerapan ilmu yang membawa manfaat konkret bagi publik luas.

Artikel terkait

Rekomendasi