Masjid Nabawi Tingkatkan Fasilitas Ramah Lansia dan Disabilitas

Masjid Nabawi Tingkatkan Fasilitas Ramah Lansia dan Disabilitas
Foto: Ilustrasi Masjid Nabawi Tingkatkan Fasilitas Ramah Lansia dan Disabilitas.

Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah yang mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah. Fokus utama kali ini adalah mempermudah aksesibilitas bagi jemaah lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas selama berada di kawasan suci tersebut.

Dikutip dari Detikcom melalui laporan Gulf News, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman ibadah yang lebih lancar bagi kelompok prioritas.

Pengelola masjid menyediakan berbagai sarana mobilitas, mulai dari kursi roda manual hingga kursi roda listrik yang ditempatkan pada titik-titik strategis. Selain itu, terdapat layanan mobil golf bantuan yang siap mengantar jemaah di area sekitar masjid.

Infrastruktur fisik di kompleks Masjid Nabawi telah mengalami penyesuaian teknis untuk mendukung pergerakan jemaah. Pintu masuk, jalur pejalan kaki, hingga lift kini dirancang lebih ramah bagi pengguna kursi roda dan lansia.

Otoritas terkait juga menetapkan rute-rute khusus yang menghubungkan fasilitas utama dengan area salat. Jalur ini sengaja disiapkan agar akses jemaah tidak terhambat oleh arus kerumunan massa yang padat.

Di lapangan, tim pemandu khusus dikerahkan untuk memberikan bantuan langsung kepada para tamu Allah. Petugas tersebut tersebar di area pusat masjid untuk mengarahkan jalur, membantu akses ke tempat salat, serta mendampingi jemaah dalam menggunakan fasilitas yang tersedia.

Integrasi Teknologi dan Manajemen Arus

Pada jam-jam sibuk, tim lapangan memiliki peran krusial dalam mengatur arus pergerakan guna menjamin keselamatan. Selain bantuan fisik, Masjid Nabawi kini memanfaatkan teknologi untuk mempermudah navigasi melalui peta interaktif.

Jemaah dapat mengakses peta tersebut dengan memindai kode QR yang tertera di berbagai pintu masuk. Fasilitas pendukung lainnya mencakup toilet khusus yang telah disesuaikan dan pusat layanan multibahasa untuk membantu jemaah mancanegara.

Seluruh ekosistem layanan ini terintegrasi dengan sistem transportasi, manajemen kerumunan, serta tim medis darurat di pusat kota Madinah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan ibadah yang inklusif dan aman bagi seluruh kelompok jemaah sepanjang musim haji.

Artikel terkait

Rekomendasi