FAA Minta SpaceX Tingkatkan Reliabilitas untuk Izin Ekspansi Peluncuran

FAA Minta SpaceX Tingkatkan Reliabilitas untuk Izin Ekspansi Peluncuran
Foto: Ilustrasi FAA Minta SpaceX Tingkatkan Reliabilitas untuk Izin Ekspansi Peluncuran.

Federal Aviation Administration (FAA) menuntut jaminan keselamatan dan reliabilitas yang lebih tinggi dari SpaceX sebelum memberikan izin ekspansi masif bagi target peluncuran perusahaan antariksa tersebut, Rabu (20/5/2026).

Lembaga regulator penerbangan Amerika Serikat tersebut memahami ambisi besar SpaceX yang disampaikan oleh Shotwell untuk mencapai target 10.000 peluncuran setiap tahun dalam lima tahun mendatang. Sebagai perbandingan, dilansir dari Internasional, SpaceX tercatat melakukan sekitar 170 peluncuran sepanjang tahun 2025 dengan menempatkan sekitar 2.500 satelit ke orbit.

Penegasan mengenai perlunya peningkatan standar operasional ini disampaikan langsung oleh pejabat perwakilan FAA pasca-pertemuan yang membahas rencana jangka panjang industri antariksa komersial tersebut.

"Kami perlu melihat jauh lebih banyak reliabilitas," ujar Bedford kepada wartawan usai sebuah forum di Arlington, Virginia, Rabu (20/5/2026).

Pembicaraan antara pihak regulator dan SpaceX juga mencakup berbagai hambatan operasional serta langkah perencanaan matang sejak dini agar target ekspansi besar tersebut dapat diakomodasi di masa depan. FAA bertanggung jawab memberikan lisensi seluruh peluncuran komersial di Amerika Serikat dan mengatur pembatasan wilayah udara agar tidak mengganggu lalu lintas penerbangan sipil.

Menurut Bedford, pemerintah Amerika Serikat dan pelaku industri antariksa harus bersinergi untuk mempercepat inovasi, terlebih dengan adanya target Presiden Donald Trump yang ingin membawa kembali manusia ke bulan sebelum tahun 2028.

"Untuk mencapai itu, kami harus bekerja sama dengan industri guna membuka jalan bagi inovasi," kata Bedford.

Faktor pendanaan internal lembaga juga menjadi perhatian penting bagi FAA dalam mengimbangi kecepatan pertumbuhan industri ini. Regulasi yang ketat dan keterbatasan anggaran berpotensi memengaruhi durasi proses peninjauan izin di masa mendatang.

"Saya bisa melihat masa depan di mana kami menjadi faktor pembatas karena kami tidak memberikan pendanaan yang cukup kepada tim antariksa kami," ujarnya.

FAA saat ini tengah meninjau data dari berbagai peluncuran sebelumnya guna memahami risiko yang mungkin muncul, termasuk evaluasi penutupan sebagian wilayah udara selama proses peluncuran berlangsung yang dinilai dapat mengganggu aktivitas penerbangan komersial.

Di sisi lain, CEO SpaceX, Elon Musk, dalam wawancara video dengan Forbes pekan ini mengatakan bahwa SpaceX telah memiliki sekitar 10.000 satelit di orbit. Perusahaan tersebut berkomitmen meluncurkan hingga 10.000 satelit komunikasi per tahun, meski belum mengungkapkan jadwal pasti pencapaiannya setelah sebelumnya pada Januari lalu mengungkap rencana membangun konstelasi hingga 1 juta satelit yang akan mengorbit Bumi memanfaatkan energi matahari untuk mendukung pusat data kecerdasan buatan (AI).

Artikel terkait

Rekomendasi