Seekor ular king kobra dengan panjang sekitar empat meter masuk ke dalam area kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jalan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, pada Senin (11/5/2026). Hewan berbisa tersebut sempat bersembunyi di toilet gedung sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.
Proses evakuasi dilakukan oleh seorang ahli reptil bernama Teguh (33) yang datang ke lokasi setelah menerima laporan dari rekannya. Penangkapan ular berukuran besar tersebut memerlukan waktu sekitar 20 menit karena posisi ular yang berada di ruang sempit, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Kurang lebih hampir 20 menit, kurang lebihnya ya kurang lebihnya. Karena memang posisi kan di dalam toilet," ujar Teguh.
Teguh menjelaskan bahwa ia menerima informasi keberadaan ular sekitar pukul 21.00 WIB saat berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah menempuh perjalanan selama lima menit, ia tiba di kantor BRIN dan mendapati kondisi ular yang sudah masuk ke dalam bangunan gedung.
"Jaraknya enggak terlalu jauh, sekitar lima menit sampai," kata Teguh.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan setempat, ular tersebut awalnya berada di luar gedung namun menjadi panik karena dikerumuni oleh orang-orang. Hal ini menyebabkan king kobra itu melarikan diri ke lobi sebelum akhirnya terpojok di dalam salah satu toilet kantor.
"Ke dalam lobi dulu lalu setelah itu dia kabur masuk ke dalam toilet. Setelah masuk ke dalam toilet baru ditutup oleh anggota biar ularnya nggak ke mana-mana," kata Teguh.
Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat karakter ular yang sangat agresif saat mencoba menyerang petugas. Teguh memperkirakan berat ular tersebut mencapai delapan kilogram dengan panjang tubuh mencapai empat meter.
"Ularnya gede dan itu emang agresif banget, mengejar dia itu kan," jelas Teguh.
Meskipun memiliki keahlian menangkap ular, Teguh tetap memutuskan untuk menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di kantor tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan contoh penanganan hewan liar yang aman bagi staf di lingkungan kerja.
"Memang tadinya enggak pakai alat, tapi saya pikir lebih safety pakai alat. Ini kan di kantor, jadi sekalian mengajarkan safety handling," jelas Teguh.
Keberadaan king kobra di area BRIN disebut bukan hal yang mengejutkan bagi warga sekitar mengingat lokasi kantor yang masih dikelilingi hutan alami. Teguh mencatat bahwa ini merupakan kali kedua dirinya dipanggil untuk mengevakuasi jenis ular yang sama di lokasi tersebut.
"King Cobra memang di sana banyak. Kalau saya sendiri sudah dua kali evakuasi di sana," kata Teguh.
Menutup keterangannya, ia memperingatkan warga untuk tidak gegabah menghadapi ular liar, terutama jika tidak mengetahui jenis dan tingkat bahayanya. Bantuan dari tenaga profesional atau instansi terkait sangat diperlukan untuk menghindari risiko fatal akibat gigitan ular.
"Kalau ketemu ular yang enggak tahu jenisnya, lebih baik jangan ditangkap. Kalau di dalam rumah atau kantor, panggil petugas atau orang yang memang terbiasa menangani," ucap Teguh.