Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mengevakuasi tiga jemaah haji Indonesia yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi menuju Mekkah menggunakan ambulans pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil setelah kondisi medis para jemaah dinyatakan stabil untuk melanjutkan perjalanan jauh.
Pemindahan ini dilakukan karena rombongan kloter asal para jemaah tersebut telah lebih dulu bertolak ke Mekkah. Fasilitas ambulans digunakan untuk memastikan proses penyatuan kembali jemaah dengan kelompok terbang mereka berjalan lancar sesuai standar medis, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Kasi Kesehatan Daker Madinah, Enny Nuryanti menjelaskan bahwa proses pemberangkatan melibatkan pendampingan ketat untuk menjaga stabilitas kesehatan jemaah selama menempuh perjalanan darat antarkota tersebut.
"Malam ini kami memberangkatkan tiga jemaah dengan satu pendamping menggunakan ambulans KKHI dari Madinah ke KKHI Makkah," ujar Enny, Kamis (30/4/2026).
Para jemaah yang dievakuasi terdiri dari JT dan SDD yang berasal dari Kloter KJT 1, serta UBS dari Kloter KNO 01. Ketiganya sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit King Fahd dan Rumah Sakit Saudy German akibat komplikasi Diabetes Melitus serta Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK).
Selama perjalanan yang memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam, tim medis yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat bersiaga penuh. Rombongan juga dijadwalkan berhenti di miqat Bir Ali untuk memfasilitasi pengambilan niat ihram umrah wajib tanpa mengharuskan jemaah turun dari ambulans.
"Setelah tiba di Makkah, nanti KKHI Makkah yang akan mendistribusikan mereka ke kloter masing-masing. Umrahnya kemungkinan akan dilakukan dengan kursi roda atau golf car," paparnya.
Petugas kesehatan telah melengkapi seluruh dokumen administrasi mulai dari paspor hingga kartu Nusuk serta perbekalan logistik medis. Saat ini, masih terdapat sekitar 48 jemaah haji Indonesia lainnya yang masih menjalani proses pemulihan di berbagai fasilitas kesehatan di Arab Saudi.