Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee, mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan ekonomi digital serta kematangan regulasi menjadi daya tarik utama bagi investor untuk masuk ke Indonesia pada Jumat (8/5/2026), dilansir dari Teknologi.
Pertumbuhan permintaan digital di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di kawasan, terutama dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur berkapasitas tinggi untuk mendukung kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga menyoroti pentingnya ekosistem interkoneksi yang mempertemukan layanan cloud, jaringan, dan korporasi.
Haris Izmee menjelaskan bahwa posisi strategis Equinix terletak pada integrasi berbagai platform global yang kini tengah memperluas jangkauan operasional mereka ke wilayah Jakarta.
"Kami berfokus pada titik temu antara cloud, jaringan, dan perusahaan. Dengan lebih dari 60% perusahaan Fortune 500 berada dalam platform kami, kami mengikuti ekspansi pelanggan kami ke Jakarta," kata Haris Izmee, Managing Director Equinix Indonesia.
Aspek kedaulatan data melalui Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) turut menjadi prioritas utama bagi operasional perusahaan. Melalui kerja sama joint venture dengan Astra International, perusahaan menggabungkan kapabilitas platform global dengan pemahaman pasar lokal guna memperkuat daya saing perusahaan di tanah air.
Kehadiran raksasa layanan cloud seperti Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Alibaba Cloud mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat digital Asia Tenggara. Indonesia diproyeksikan segera menjadi pasar public cloud terbesar kedua di kawasan tersebut.
Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, perusahaan menyediakan layanan konektivitas berkinerja tinggi melalui Equinix Fabric®. Infrastruktur ini memungkinkan perusahaan lokal menjaga data tetap berada di dalam negeri sembari tetap terhubung dengan ekosistem regional dan global.
"Tujuan kami adalah mendukung perjalanan Indonesia menuju pusat digital yang tangguh bagi ekonomi Asean," kata Haris Izmee, Managing Director Equinix Indonesia.