Platform trading kripto EORMC mengumumkan rencana strategis pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari target transformasi perusahaan menjadi platform keuangan kripto berbasis teknologi cerdas, seperti dilansir dari Investor Daily.
Dalam peta jalan tersebut, EORMC akan memfokuskan pengembangan pada empat sistem AI utama. Sistem tersebut meliputi pencocokan transaksi cerdas, manajemen risiko global, layanan pelanggan pintar, serta tata kelola platform yang transparan.
Proses pembangunan sistem AI ini bakal diterapkan secara bertahap. Pihak perusahaan menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih efisien dan aman di dalam ekosistem keuangan kripto.
Inovasi Manajemen Risiko dan Transparansi Aset
Saat ini, EORMC mengklaim telah mencapai perkembangan penting dalam sistem manajemen risiko berbasis AI. Teknologi terbaru ini diklaim mampu memproses analisis aktivitas transaksi on-chain dalam hitungan milidetik guna mendeteksi sekaligus mencegah risiko secara instan.
Selain manajemen risiko, EORMC juga meluncurkan mekanisme proof of reserve berbasis AI yang dapat diakses secara real-time. Kehadiran fitur baru ini dirancang agar para pengguna bisa memantau kondisi aset di dalam platform secara terbuka.
Fokus peningkatan juga menyasar pada sektor visualisasi data untuk mempermudah pengalaman pengguna. Sistem ini dirancang agar bisa membaca tren pasar secara otomatis dan menyajikan hasil analisis yang lebih mudah dipahami oleh nasabah.
Optimalisasi Performa Trading dan Layanan Global
EORMC turut menyediakan asisten pelanggan bertenaga AI yang mendukung fitur multibahasa. Fasilitas ini dihadirkan demi kelancaran komunikasi bagi basis pengguna mereka yang tersebar di skala global.
Aspek performa perdagangan tidak luput dari pembaruan lewat peluncuran mesin pencocokan AI 5.0. Sistem teranyar ini diklaim mampu menjaga stabilitas eksekusi transaksi di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Teknologi mesin pencocokan tersebut mencatatkan tingkat kecocokan pesanan hingga 100%. Di samping itu, sistem ini juga berhasil menekan angka slippage atau selisih harga hingga mencapai 40%.
Kepala Bisnis EORMC, Granger, menekankan bahwa peta jalan ini menjadi fase krusial bagi masa depan penyediaan layanan keuangan kripto perusahaan.
"Melalui roadmap ini, kami ingin menghadirkan platform trading yang lebih cerdas sekaligus menjadi mitra keuangan kripto yang memahami kebutuhan pengguna," ujar Granger dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).