Elon Musk secara langsung menghadiri persidangan dan memberikan kesaksian dalam kasus hukum yang melibatkan OpenAI. Pendiri SpaceX tersebut melayangkan gugatan terhadap CEO OpenAI Sam Altman atas dugaan pelanggaran kesepakatan awal.
Musk menuduh Altman telah mengubah arah tujuan OpenAI menjadi entitas yang mengejar keuntungan finansial. Hal ini dianggap sangat berbeda dari perjanjian awal saat organisasi tersebut pertama kali didirikan bersama.
Dilansir dari Detik iNET, Hakim ketua Yvonne Gonzalez Rogers sejak awal persidangan telah menunjukkan sikap tegas terhadap efisiensi waktu. Rogers menekankan bahwa sidang harus dimulai tepat pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 14.00 demi menghormati juri.
Pada hari kedua persidangan, hakim menuntut agar tim pengacara menyampaikan durasi pasti yang dibutuhkan untuk setiap saksi. Hal tersebut juga berlaku bagi durasi penyampaian pernyataan penutup dari masing-masing pihak.
Ketegangan sempat mewarnai jalannya persidangan saat Musk menjalani pemeriksaan silang. Hakim Rogers beberapa kali meminta Musk untuk fokus menjawab pertanyaan ketika pembicaraannya mulai menyimpang dari topik utama.
Bahkan, hakim memberikan instruksi khusus agar Musk tidak lagi membahas mengenai spekulasi dampak buruk kecerdasan buatan terhadap manusia. Pembatasan ini dilakukan agar kesaksian tetap berada pada jalur hukum yang relevan.
Momen menarik terjadi pada hari Kamis saat Musk mencoba menyela pertanyaan pengacara lawan yang dianggapnya bersifat mengarahkan. Hakim Rogers dengan cepat memperingatkan bahwa status Musk dalam ruangan tersebut bukanlah seorang praktisi hukum.
"Ya, saya bukan pengacara. Saya memang mengambil mata kuliah Hukum 101, secara teknis," kilah Musk menjawab teguran tersebut.
Pernyataan Musk tersebut kemudian ditanggapi kembali secara langsung oleh Hakim Rogers. Ia menegaskan batasan posisi Musk selama berada di dalam persidangan tersebut.
"Anda tidak memiliki pernyataan tentang hukum, setidaknya tidak di pengadilan ini," jawab Rogers dikutip dari Detik iNET.
Perselisihan hukum antara Elon Musk dan Sam Altman ini telah menarik perhatian besar dari masyarakat luas sejak hari pertama dibuka. Halaman gedung pengadilan dilaporkan terus dipenuhi oleh massa yang ingin memantau jalannya kasus.
Sejumlah pengunjuk rasa yang menentang pengembangan AI dan kebijakan Musk tampak hadir setiap hari di lokasi persidangan. Beberapa demonstran tampil dengan kostum unik, termasuk menggunakan kostum robot dengan aksesoris rantai di leher mereka.
Beberapa pihak lainnya membawa potongan gambar seukuran asli dari sosok Elon Musk sebagai bentuk protes. Kondisi di sekitar pengadilan digambarkan sangat ramai menyerupai perayaan kostum namun dengan nuansa penolakan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.