Hubungan pribadi miliarder Elon Musk dengan Shivon Zilis yang merupakan direktur proyek di perusahaan Neuralink terungkap ke publik melalui persidangan gugatan OpenAI. Zilis membeberkan perjalanan hubungan mereka yang kini telah dikaruniai empat orang anak, dilansir dari Wolipop.
Zilis yang kini berusia 40 tahun memberikan kesaksian bahwa interaksinya dengan Musk pertama kali terjadi pada 2016 setelah ia bekerja di OpenAI. Hubungan yang awalnya bersifat profesional tersebut sempat berkembang menjadi hubungan singkat sebelum akhirnya mereka menjadi teman dekat.
Pada tahun 2020, Musk menawarkan diri untuk menjadi donor sperma bagi Zilis meski saat itu keduanya tidak dalam status berpacaran. Keputusan ini diambil karena Zilis memiliki kendala kesehatan yang menyulitkan pembentukan keluarga melalui jalur tradisional.
"Aku benar-benar ingin menjadi seorang ibu, dan Musk menawarkan hal itu pada waktu yang tepat, lalu aku menerimanya," ujar Zilis dalam kesaksiannya.
Zilis kemudian menjalani program bayi tabung atau IVF pada awal 2021 yang menghasilkan kelahiran anak kembar. Meski sempat menandatangani perjanjian kerahasiaan mengenai identitas Musk sebagai ayah biologis, keterlibatan bos Tesla tersebut dalam mengasuh anak kini dilaporkan semakin aktif.
"Kami tinggal bersama saat bepergian, dan kami juga menghabiskan waktu keluarga di Austin," kata Zilis.
Selain kesaksian Zilis, Elon Musk juga memberikan pernyataan dalam persidangan tersebut yang mengonfirmasi status Zilis sebagai ibu dari anak-anaknya. Musk bahkan mengakui bahwa dirinya saat ini tinggal bersama dengan direktur Neuralink tersebut di Texas.
Informasi mengenai anak kembar mereka pertama kali bocor ke media pada tahun 2022, namun detail mengenai jumlah total empat anak baru terungkap dalam fakta persidangan terbaru. Zilis baru-baru ini terlihat mendampingi Musk dalam sebuah acara di Mar-a-Lago milik Donald Trump awal tahun ini.