Elon Musk Kritik Perubahan Misi OpenAI dalam Persidangan di Oakland

Elon Musk Kritik Perubahan Misi OpenAI dalam Persidangan di Oakland
Foto: Ilustrasi Elon Musk Kritik Perubahan Misi OpenAI dalam Persidangan di Oakland.

Miliarder Elon Musk melontarkan kritik tajam terhadap OpenAI dalam pemeriksaan silang hari kedua persidangan di Oakland, California, pada Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Detik iNET, Musk menuduh organisasi yang ia dirikan tersebut telah mengkhianati misi awalnya demi mengejar keuntungan finansial.

Persidangan yang berlangsung di hadapan hakim tersebut sempat memanas ketika Musk terlibat adu argumen dengan pengacara OpenAI, Bill Savitt. Musk menilai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim hukum lawan merupakan upaya untuk menyudutkan posisinya sebagai penggugat.

"Pertanyaan Anda tidak sederhana. Mereka dirancang untuk menjebak saya, pada dasarnya," kata Musk di ruang sidang.

Musk memberikan penegasan bahwa OpenAI seharusnya tetap konsisten pada jalur organisasi nonprofit. Ia menyoroti adanya kontradiksi antara status organisasi dengan upaya memperkaya diri yang dilakukan oleh jajaran manajemen saat ini.

"Mereka tidak bisa memiliki dua hal sekaligus. Mereka tidak bisa memanfaatkan status nonprofit... sekaligus memperkaya diri mereka secara besar-besaran," tegas Musk.

Ketegangan yang terjadi memaksa hakim turun tangan untuk menenangkan suasana agar persidangan tetap berjalan fokus. Dalam satu momen, Musk menyatakan keberatannya atas interupsi yang dilakukan oleh pengacara pihak lawan selama ia memberikan keterangan.

"Bolehkah saya menjawab pertanyaan ini tanpa Anda menyela jawaban saya?" ujar Musk dengan nada tinggi.

Pemilik platform X ini kembali menekankan tujuan utama pembentukan OpenAI adalah untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ia menyatakan bahwa orientasi perusahaan saat ini telah bergeser sepenuhnya dari visi kemanusiaan yang ia gagas.

"Saya sengaja menciptakan ini sebagai nonprofit untuk kebaikan publik," kata Musk.

Musk juga mengakui dalam persidangan bahwa dirinya hanya menyumbang sekitar USD 38 juta, jauh dari komitmen awal sebesar USD 1 miliar. Pihak OpenAI menggunakan fakta ini untuk mempertanyakan tingkat komitmen Musk sebelum ia meninggalkan dewan direksi pada 2018.

Terkait gaya bicaranya yang dianggap agresif oleh beberapa pihak, Musk memberikan pembelaan bahwa hal tersebut diperlukan dalam situasi tertentu. Ia menganggap cara berkomunikasi tersebut merupakan bagian dari metodenya dalam bekerja.

"Kadang Anda harus menggunakan bahasa yang kuat untuk mengeluarkan orang dari zona nyaman mereka," ujar Musk.

Dalam gugatan hukum ini, Musk menuntut ganti rugi mencapai USD 134 miliar kepada OpenAI dan mitranya, termasuk Microsoft. Ia bersikeras bahwa tindakan hukum ini diambil demi memastikan pengembangan kecerdasan buatan tetap berada pada jalur yang benar.

"Saya hanya perlu memastikan perusahaan ini berjalan ke arah yang benar," kata Musk.

Persidangan dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda mendengarkan sisa kesaksian dari Musk. Kasus ini terus dipantau secara global karena pengaruhnya yang besar terhadap regulasi dan arah masa depan industri teknologi AI.

Artikel terkait

Rekomendasi