Elon Musk Ancam Petinggi OpenAI di Tengah Persidangan Kasus Penipuan

Elon Musk Ancam Petinggi OpenAI di Tengah Persidangan Kasus Penipuan
Foto: Ilustrasi Elon Musk Ancam Petinggi OpenAI di Tengah Persidangan Kasus Penipuan.

Elon Musk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman di tengah proses persidangan yang memasuki pekan kedua pada Mei 2026. Perseteruan hukum ini dipicu oleh keberatan Musk terhadap transisi OpenAI menjadi entitas yang berorientasi pada keuntungan.

Dilansir dari Tekno, perselisihan memanas saat Greg Brockman menyarankan agar kedua belah pihak saling mencabut gugatan hukum guna menyelesaikan sengketa. Namun, saran tersebut ditanggapi secara agresif oleh pendiri xAI tersebut melalui pesan tertulis dalam dokumen pengadilan.

"orang yang paling dibenci di Amerika," kata Elon Musk, Pemilik xAI.

Ancaman tersebut ditujukan Musk kepada Altman dan Brockman jika mereka tetap bersikeras melanjutkan proses hukum di pengadilan. Menanggapi pernyataan keras itu, tim hukum OpenAI menilai tindakan tersebut menunjukkan adanya bias personal dan motif tersembunyi dari pihak penggugat.

Para pengacara berargumen bahwa manuver hukum yang dilakukan Musk sebenarnya bertujuan untuk menyerang kompetitor bisnis sekaligus merusak reputasi para pemimpin perusahaan. Mereka menegaskan bahwa gugatan ini merupakan upaya menghambat pertumbuhan OpenAI di industri kecerdasan buatan.

Dalam kesaksiannya pada pekan lalu, Musk mengungkapkan bahwa ia telah menyetorkan modal sekitar 45 juta dollar AS atau setara Rp 783 miliar untuk mendirikan OpenAI. Ia mengeklaim dana tersebut diberikan dengan syarat organisasi tetap berjalan sebagai nirlaba demi kepentingan umat manusia.

Musk merasa tertipu ketika struktur perusahaan berubah, sementara pihak OpenAI mengeklaim Musk sempat berupaya menggabungkan OpenAI dengan Tesla untuk mengambil alih posisi CEO. Setelah rencana tersebut gagal, Musk menarik diri dan mendirikan perusahaan AI tandingan yang kini telah diakuisisi oleh SpaceX.

Struktur terkini OpenAI menunjukkan perusahaan telah bertransformasi menjadi Public Benefit Corporation (PBC) sejak Oktober 2025 dengan Microsoft memegang 27 persen saham. Saat ini, valuasi OpenAI diperkirakan telah menyentuh angka 852 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.845 triliun, dengan proses persidangan yang dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Mei nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi