Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat II di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin (18/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan lancar.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) tersebut ditujukan bagi masyarakat rentan agar mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas, seperti dilansir dari Investor Daily. Fasilitas ini direncanakan mampu menampung 900 hingga 1.080 siswa.
Daya tampung tersebut akan terbagi dalam 36 rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan pengawasan langsung ini sebagai bentuk pengendalian agar proyek selesai tepat waktu.
"Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden, tentunya saya dari KSP ini adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara langsung program prioritas unggulan Bapak Presiden. Salah satunya adalah sekolah rakyat," tegas Jenderal (Purn.) Dudung dikutip dari keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Hingga data per 17 Mei 2026, progres fisik pembangunan mengalamai deviasi positif sebesar 11,58 persen karena telah mencapai 65,24 persen dari target awal 53,66 persen. Struktur bangunan sendiri sudah rampung 89,5 persen.
Saat ini pekerjaan sedang difokuskan pada tahap finishing arsitektur, Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP), serta penyediaan furnitur. KSP memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung utilitas dasar seperti listrik, air bersih, sanitasi, dan keamanan asrama agar sekolah bisa digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Pihak kontraktor terus mengoptimalkan mobilisasi peralatan konstruksi dan tenaga kerja yang saat ini mencapai sekitar 795 orang di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengejar penyelesaian sisa pekerjaan dalam kurun waktu 39 hari ke depan.
"Brantas Abipraya berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan progres saat ini yang telah mencapai 65,24 persen, kami optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target melalui percepatan pekerjaan finishing, optimalisasi sumber daya, serta penerapan strategi adaptif terhadap kondisi cuaca di lapangan," kata Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendidikan unggulan yang dilengkapi asrama berkualitas. Proyek tersebut juga ditargetkan mampu mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.