DPRD DKI Desak Penguatan Keamanan Rel Pasca-Kecelakaan KA di Bekasi

DPRD DKI Desak Penguatan Keamanan Rel Pasca-Kecelakaan KA di Bekasi
Foto: Ilustrasi DPRD DKI Desak Penguatan Keamanan Rel Pasca-Kecelakaan KA di Bekasi.

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mendesak Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mempererat kolaborasi bersama pemerintah pusat dan operator kereta api guna meningkatkan standar keamanan transportasi rel. Langkah ini diambil merespons insiden tabrakan antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya pada KM 28+920 pukul 20.52 WIB. Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, musibah ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Politisi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyatakan bahwa transportasi publik harus dijamin keamanannya bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Ini tak boleh terulang. Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan untuk masyarakat. Harus adanya peningkatan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator kereta," kata Kenneth.

Kenneth berpendapat bahwa pembenahan sistem perkeretaapian harus menyentuh aspek teknologi dan infrastruktur secara menyeluruh. Prioritas utama harus diberikan pada keselamatan para pengguna jasa layanan kereta.

ÔÇ£Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional,ÔÇØ katanya.

Selain masalah infrastruktur, ia juga menyoroti titik-titik rawan pada jalur kereta yang memerlukan pengawasan ekstra. Evaluasi tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah terjadi kecelakaan.

ÔÇ£Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,ÔÇØ ucap Kenneth.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengonfirmasi bahwa terdapat warga Jakarta yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Pemprov DKI dilaporkan telah memberikan bantuan penanganan sejak malam kejadian, termasuk dukungan bagi keluarga korban.

ÔÇ£Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya enggak sempat datang ke rumah beliau tapi kepala dinas sedang menuju ke sana,ÔÇØ ujar Rano.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan pemberian bantuan dalam proses pemakaman bagi para korban. Rano sepakat bahwa audit dan evaluasi operasional harus segera dilakukan oleh pihak terkait.

"Ya sekali lagi inilah musibah yang memang tidak bisa kita hindari, tapi mudah-mudahan bisa harus segera dievaluasi," kata Rano.

Hingga Selasa (28/4/2026), petugas masih terus melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Seluruh korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Artikel terkait

Rekomendasi