Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Abdul Hakim Bafagih, memberikan catatan kritis terhadap keandalan sistem kelistrikan PT PLN (Persero). Hal ini menyusul insiden pemadaman listrik yang kembali melanda sejumlah titik di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Dilansir dari Nasional, Hakim berpandangan bahwa gangguan ini bukan sekadar masalah teknis biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut mengindikasikan adanya persoalan struktural yang mendalam pada sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah ibu kota.
Kondisi ini dinilai harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak yang mengelola layanan listrik di Jakarta. Terlebih lagi, gangguan tersebut dilaporkan turut berdampak pada operasional di kawasan pusat pemerintahan.
"Saya mendapat informasi dari rekan-rekan yang bekerja di lingkungan Istana bahwa Istana Negara juga ikut terdampak atas kejadian siang ini. Ini tentu menjadi perhatian serius," ujar Hakim dalam keterangannya, Kamis.
Hakim menekankan bahwa pola pemadaman yang terjadi belakangan ini tidak dapat dianggap sebagai kebetulan semata. Ia mengaitkan gangguan ini dengan insiden serupa yang terjadi pada awal April lalu.
Bagi legislator tersebut, ada indikasi masalah sistemik yang perlu segera diatasi oleh manajemen PLN. Kejadian berulang ini memicu pertanyaan publik mengenai kekuatan infrastruktur kelistrikan di pusat ekonomi nasional.
"Pemadaman listrik yang terjadi hari ini, serta kejadian serupa di awal April lalu, menunjukkan adanya pola yang tidak bisa dianggap insidental. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keandalan sistem kelistrikan di ibu kota," tuturnya.
Selain masalah teknis, Hakim melontarkan kritik terhadap pola komunikasi PLN kepada masyarakat. Ia menilai penjelasan mengenai 'gangguan suplai' terlalu umum dan kurang memenuhi standar transparansi perusahaan milik negara.
Ia mendesak agar PLN lebih terbuka dalam menjelaskan titik koordinat gangguan secara spesifik. Informasi detail mengenai letak masalah pada sisi pembangkit, transmisi, atau distribusi dianggap sangat krusial bagi publik.
"PLN perlu membuka secara rinci di mana titik gangguan terjadi, apakah di pembangkit, transmisi, atau distribusi," desak Hakim.
Langkah transparansi teknis ini dipandang penting agar proses perbaikan tidak hanya bersifat sementara atau tambal sulam. Hal ini juga bertujuan agar masyarakat memahami akar masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Terdampaknya Istana Negara dalam pemadaman kali ini mendapat sorotan khusus. Hakim menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa objek vital nasional belum memiliki lapisan perlindungan listrik yang cukup andal.
"Fakta bahwa gangguan listrik dapat menjangkau hingga kawasan Istana Negara menunjukkan bahwa sistem kelistrikan kita belum memiliki lapisan pengamanan yang memadai. Ini tidak bisa dianggap sepele," jelas Hakim.
Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, infrastruktur listrik Jakarta dituntut memiliki standar yang lebih tinggi. Sistem manajemen beban dan cadangan daya seharusnya mampu mengantisipasi gangguan sebelum pemadaman terjadi.
"Cadangan daya, sistem backup, serta manajemen beban harus dirancang untuk mengantisipasi gangguan, bukan sekadar merespons setelah kejadian," ucap Hakim.
Komisi VI DPR berencana meminta laporan teknis lengkap dan roadmap penguatan sistem dari PLN. Hakim menegaskan bahwa stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik sangat bergantung pada keandalan infrastruktur dasar seperti listrik.
"Gangguan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi serta pemerintahan. PLN harus memastikan kejadian seperti ini tidak menjadi pola baru di Jakarta," imbuh dia.
Menanggapi situasi tersebut, pihak PT PLN (Persero) melalui PLN UID Jakarta Raya memberikan konfirmasi mengenai gangguan suplai yang terjadi. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, membenarkan adanya pemadaman di beberapa wilayah.
"Terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Jakarta. PLN fokus lakukan upaya penormalan," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Pemadaman listrik tersebut dilaporkan mulai dirasakan warga sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak PLN mengonfirmasi bahwa saat ini kondisi kelistrikan di seluruh wilayah terdampak sudah kembali pulih 100 persen.