Tim Pengawas Haji DPR RI menilai pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M mengalami banyak perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pengawas Haji 2026 DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, dalam khutbah Arafah saat pelaksanaan wukuf jemaah haji Indonesia di Arafah pada Selasa (26/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi titik awal transformasi pelayanan keagamaan tersebut. Langkah baru ini menandai babak baru dalam sejarah tata kelola pelayanan jemaah haji Indonesia.
"Ini adalah satu catatan sejarah bagi kita semua. Titik awal pelayanan dan khidmat kepada umat Islam dimulai di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah," kata Cucun, Selasa (26/5).
Transformasi sistem pelayanan ini langsung berjalan setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Perubahan regulasi tersebut membawa dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh para jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Kita bersyukur karena atas rida Allah SWT seluruh jemaah haji Indonesia dapat berada di tempat mulia ini dengan rasa aman, nyaman, dan benar-benar merasa terlayani," ujarnya.
Sinergi antara DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah telah terbangun sejak tahap awal perencanaan anggaran. Kerja sama ini mencakup pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji hingga peningkatan standar komponen akomodasi dan transportasi.
"DPR RI terus melakukan komunikasi dan pengawasan agar penyelenggaraan haji ke depan semakin baik. Kami membentuk tim pengawas untuk memastikan seluruh keputusan dan kesepakatan berjalan sesuai tata kelola keuangan negara," ucapnya.
Manajemen mitigasi yang dilakukan oleh kementerian terkait dinilai berhasil menekan sejumlah kendala operasional yang kerap muncul pada musim-musim haji terdahulu. Kelancaran arus pelayanan ini terlihat mulai dari fase keberangkatan, pemondokan di Madinah dan Mekah, hingga mobilisasi jemaah menuju Arafah.
"Sejauh ini kami mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah beserta seluruh petugas haji yang telah bekerja keras. Banyak perbaikan yang sudah dilakukan dan jemaah benar-benar merasakan pelayanan yang lebih baik," ujar Cucun.
Parlemen berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan komitmen pelayanan ini hingga masa operasional haji berakhir. Pemantauan melekat akan tetap dilakukan sampai seluruh rombongan jemaah kembali mendarat di Tanah Air.
"Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Karena itu evaluasi akan terus dilakukan agar pelayanan haji di masa mendatang semakin baik," tuturnya.
Prosesi khutbah wukuf diakhiri dengan doa bersama untuk keberlangsungan kepemimpinan nasional. Jemaah diajak memohon keberkahan dan kekuatan bagi para aparatur negara dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada para pemimpin bangsa, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah, serta kepada DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi kebaikan Indonesia di masa yang akan datang," pungkasnya.