Donald Trump Khawatirkan Wabah Ebola Melanda Kongo

Donald Trump Khawatirkan Wabah Ebola Melanda Kongo
Foto: Ilustrasi Donald Trump Khawatirkan Wabah Ebola Melanda Kongo.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekhawatirannya atas kembali merebaknya wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo pada Selasa, 19 Mei 2026. Penegasan tersebut disampaikan menyusul laporan resmi mengenai adanya seorang dokter asal Amerika Serikat yang dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan tersebut di sana.

Kekhawatiran itu disampaikan langsung oleh Trump saat berbicara di hadapan jurnalis, seiring penegasan bahwa pemerintah tetap mengawasi situasi penularan di luar wilayah domestik. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban meninggal dunia akibat epidemi ini di Kongo telah menembus angka 100 orang.

"Saya khawatir tentang segala hal, tetapi tentu saja saya mengkhawatirkannya," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemimpin nomor satu Amerika Serikat tersebut kemudian memberikan gambaran mengenai peta sebaran geografis dari ancaman virus global itu untuk saat ini. Ia menilai bahwa pergerakan transmisi infeksinya masih terlokalisasi di satu kawasan benua.

"Saya pikir saat ini wabah tersebut masih terbatas di Afrika, tetapi ini adalah sesuatu yang telah menyebar," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Penyebaran penyakit ini memicu respons cepat dari otoritas kesehatan lintas negara, seperti dilansir dari Media Indonesia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan dokter yang terinfeksi tersebut tertular melalui kontak medis saat bekerja bersama misi kemanusiaan dan kini dievakuasi ke Jerman.

Kelompok misionaris medis Serge memberikan konfirmasi bahwa personel mereka yang bernama Peter Stafford positif tertular di Rumah Sakit Nyankunde, Bunia. Saat ini, CDC juga mengarantina dua dokter lain termasuk istri Stafford, serta berupaya mengevakuasi enam warga Amerika Serikat lainnya dari lokasi episentrum.

Guna mencegah importasi kasus, CDC memberlakukan aturan darurat Title 42 yang memblokir masuknya pelancong asing dengan riwayat kunjungan 21 hari terakhir ke Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Langkah pengetatan perbatasan ini diambil demi melindungi stabilitas kesehatan publik domestik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan status darurat internasional terhadap epidemi ini. Jenis virus yang mewabah diidentifikasi sebagai varian Bundibugyo, sebuah galur ebola berbahaya yang hingga kini belum memiliki obat ataupun vaksin resmi yang disetujui.

Artikel terkait

Rekomendasi